#humaniora#pendidikan#danabos#guruhonor

Gaji Guru Honor dari Dana BOS Boleh Lebih dari 50%

( kata)
Gaji Guru Honor dari Dana BOS Boleh Lebih dari 50%
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah pusat memperbolehkan sekolah menggunakan lebih dari 50% dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk membayar guru honor. Hal itu disampaikan melalui Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang perubahan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 terkait teknis penggunaan BOS.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Disdukbud Lampung Sulpakar, Selasa, 21 April 2020. Ia menjelaskan, pembayaran diperbolehkan kepada guru honor yang telah terdaftar dalam Dapodik per 31 Desember 2019. 

"Atas peraturan itu juga guru honor yang tak memiliki NUPTK boleh dibayar menggunakan dana BOS, dalam peraturan sebelumnya tidak boleh," ujarnya, Selasa, 21 April 2020.

Selain itu, sekolah juga diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk keperluan belajar online. Karena, lanjutnya, sejumlah tenaga pendidik juga terkendala pembiayaan dalam pelaksanaannya.

"Sekolah dibolehkan untuk memberikan kuota atau pulsa kepada guru dan atau peserta didik, hal itu tergantung kepala sekolah masing-masing," jelasnya.

Penggunaan dana BOS itu diberikan kebebasan kepada pihak sekolah untuk mengatur kebutuhannya. Namun, sekolah tetap harus mempertanggungjawabkan penggunaan tersebut.

Diketahui, penyaluran dana BOS tahap I telah selesai dirampungkan. Terdapat 7.025 sekolah di Lampung yang menerima dana penyaluran BOS dari pusat.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar