fpipembubaranahok

FPI Dibubarkan, Nama Ahok Kembali Muncul

( kata)
FPI Dibubarkan, Nama Ahok Kembali Muncul
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: MI/Susanto


Jakarta (Lampost.co) -- Pembubaran Front Pembela Islam (FPI) berbuntut panjang. Warganet lantas mengaitkan peristiwa ini dengan kegeraman eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap organisasi pimpinan Muhammad Rizieq Shihab ini.

Nama Ahok kembali disebut-sebut di media sosial, terutama Twitter. Warganet menyebut pembubaran FPI ini adalah doa dan harapan Ahok sejak lama. 

Baca juga: Aktivitas FPI Tak Punya Landasan Hukum

"Akhirnya impian Ahok jadi kenyataan," demikian cuit akun Twitter @Zhu_dave untuk mengutip salah satu ucapan warganet soal Ahok, Rabu, 30 Desember 2020.

Akun @Fadhlar juga memagut nama ahok dalam cuitannya. "Ingat Ahok 212, mostly massa dan penggeraknya dr FPI. Imagine if the same mass protest during pandemic, covid would chart with upwards trend. Ditambah lagi trust issue crisis masyarakat sm pemerintah sejak pandemi, adanya keputusan ini bisa buat kepercayaan masyarakat," demikian cuit @Fadhlar.

Saat menjadi gubernur DKI, Ahok memang paling lantang menyuarakan pembubaran FPI. Catatan Medcom.id, Ahok bahkan pernah meminta Kementerian Hukum dan HAM agar membubarkan FPI. Peristiwa itu tercatat pada 10 November 2014 atau saat Ahok menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau terus-terusan membuat masalah, akan kita usulkan ke Kemenhum dan HAM agar FPI dibubarkan," begitu kata Ahok kala itu.

Ucapan itu menanggapi getolnya FPI berunjuk rasa menolak Ahok untuk ditetapkan secara resmi sebagai Gubernur DKI. "FPI tidak suka saya, itu sah-sah saja. Itu bagian dari demokrasi," kata Ahok menanggapi demonstrasi massa FPI di Gedung DPRD DKI Jakarta, saat itu.

Pemerintah melarang semua kegiatan Front Pembela Islam (FPI). Pemerintah tak segan menghentikan semua aktivitas yang dilakukan sekelompok anggota FPI.

"Karena tidak punya lagi legal standing," tegas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020.

Mahfud menegaskan FPI secara de jure telah bubar sebagai organisasi masyarakat sejak 20 Juni 2019. Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap beraktivitas yang melanggar ketentuan hukum, seperti melakukan sweeping dan provokasi.

Hal sama disampaikan Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej. Edward menegaskan FPI sudah bubar sebagai ormas.

Winarko







Berita Terkait



Komentar