#jokowi#rusia#ukraina

FPCI: Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina Harus Bawa Misi Perdamaian

( kata)
FPCI: Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina Harus Bawa Misi Perdamaian
Founder FPCI Dino Patti Djalal (Dok FPCI)


Jenewa (Lampost.co) -- Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mengatakan, misi kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina harus membawa misi perdamaian. Founder FPCI Dino Patti Djalal memberikan pandangan bagi kunjungan ini.
 
"Yang paling pasti adalah kunjungan ini suatu kunjungan misi perdamaian Indonesia untuk membantu mengakhiri konflik Rusia dan Ukraina yang sekarang telah membuahkan perang besar," sambung dia.
 
Dino mengatakan, kalau memang misi perdamaian, harus ada konsep yang dibawa Jokowi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengusulkan beberapa hal konkret yang bisa diusulkan, antara lain gencatan senjata, mendapatkan komitmen perdamaian kedua negara, serta mengupayakan komitmen untuk tidak melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

"Mengupayakan komitmen Presiden Putin tidak menggunakan senjata nuklir dalam situasi atau skenario apa pun dalam Perang Ukraina," lanjut dia. Hal ini disebabkan Putin masih belum jelas 100 persen menyatakan tidak akan menggunakan senjata nuklir.

Menurut Dino, Indonesia dapat mencoba menjembatani pertemuan Putin dan Zelensky secara fisik. Ini penting, kata Dino, karena keduanya masih belum pernah bertemu dan berbicara langsung.

Baca juga: Begini Perbedaan Kekuatan Militer Rusia dan Ukraina
 
Dino juga mengatakan, Jokowi bisa mendorong skema yang disetujui Putin dan Zelensky untuk membantu penanganan pengungsi Ukraina. Presiden Jokowi, katanya, dapat membantu mengupayakan skema kebijakan pangan dan energi yang dapat membuat ekonomi dunia tidak semakin memburuk.
 
"Sewaktu bertemu dengan Presiden Putin, Presiden Joko Widodo juga harus sangat hati-hati menghindari ucapan yang dapat disalahartikan bahwa Indonesia memberikan legitimasi terhadap invasi Rusia di Ukraina," lanjut dia.
 
Ia mengatakan, Jokowi bisa mendapatkan penegasan dari Putin bahwa serangan militer Rusia ke Ukraina tidak dimaksudkan untuk menaklukkan Ukraina.
 
Selain itu, Dino juga meminta Jokowi untuk berkoordinasi dulu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menurutnya, keduanya aktif mencoba jembatani dan cari solusi dari konflik kedua negara itu.
 
Jokowi direncanakan mengunjungi Ukraina dan Rusia di akhir bulan ini. April lalu, ia sempat berkomunikasi via telepon dengan kedua pemimpin negara yang berseteru itu, dan juga mengundang keduanya menghadiri KTT G20 di Bali November mendatang.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar