#BANDARLAMPUNG

Forkom Puspa Ajak Masyarakat Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

( kata)
Forkom Puspa Ajak Masyarakat Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Kampanye 16 hari peringatan hari anti kekerasan terhadap perempuan di Kantor Dinas PPA Provinsi Lampung, Jumat, 25 November 2022. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (lampost.co) -- Forum Komunikasi (Forkom) Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa) Provinsi Lampung mengajak masyarakat untuk melakukan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Forkom Puspa Yuli Nugrahani dalam rangkaian peringatan hari ibu dan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Jumat, 25 November 2022.

Yuli menyampaikan kampanye 16 hari merupakan kampanye internasional yang bertujuan untuk menghapus upaya-upaya kekerasan terhadap perempuan di dunia. "Tidak hanya Provinsi Lampung, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia," kata dia.

Dia menambahkan kampanye yang berlangsung 16 hari itu yang dimulai 25 November sampai 16 Desember.

"Kenapa rentang waktu itu yang dipakai? Karena memang rentang tanggal 25 November sampai 16 Desember merupakan satu simbolik untuk membangun gerakan kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM," kata dia.

Sementara itu Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Anak (LAdA) Damar Lampung, Sely Fitriani mengatakan bahwa penghapusan kekerasan terhadap perempuan butuh banyak sinergi dengan elemen masyarakat.

"Seperti meningkatkan pemahaman mengenai kekerasan berbasis gender berbagai isu HAM di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional," kata dia.

Lalu tambah Sely, perlunya memperkuat kerja-kerja di tingkat lokal dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.

"Strateginya adalah membangun kerja sama yang lebih solid untuk mengupayakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan ditingkat lokal dan internasional," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar