#beritalampung#beritalampungterkini#fkub#kerukunanberagama#kerukunanumatberagama

FKUB Serukan Umat di Lampung Jaga Situasi Kondusif

( kata)
FKUB Serukan Umat di Lampung Jaga Situasi Kondusif
Pernyataan sikap FKUB Lampung.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tokoh lintas agama di Lampung mengajak seluruh umat menciptakan suasana kondusif, tidak mudah terprovokasi pascabom bunuh diri di Bandung dan menyambut Hari Raya Natal serta Tahun Baru (Nataru). Mengutuk keras tindakan tersebut karena mengganggu kerukunan hidup umat beragama. 

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung bersama Ketua MUI Lampung Moh. Mukri, Ketua PHDI Lampung I Nyoman Setiawan, Ketua PGIW Lampung Pdt. Samuel CH Sitompul, Keuskupan Tanjungkarang Romo Philipus Suroyo, dan Ketua Walubi Lampung Andi Lie Wirawan memberikan sikap mengenai hal tersebut. "Menyikapi insiden bom bunuh diri di Bandung dan seruan damai menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023 ada beberapa hal yang perlu disampaikan," kata Ketua FKUB Lampung, Mohammad Bahruddin, Jumat, 9 Desember 2022.

Mencermati insiden bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 7 Desember 2022, para tokoh lintas agama di Lampung mengutuk keras aksi tersebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi, merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa serta mengganggu kerukunan hidup umat beragama. 

Baca juga: Sikapi Bom Bunuh Diri, Kemenag Lampung Instruksikan Seluruh Jajaran Jaga Kondusifitas 

"Kiranya aparat penegak hukum dapat dengan serius mengusut serta menindak aktor intelektual berikut jaringannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak terulang lagi insiden yang sama," katanya.

Berkenaan dengan Hari Raya Natal, 25 Desember 2022, dan Tahun Baru 1 Januari 2023, FKUB Lampung mengimbau seluruh warga masyarakat agar tetap memelihara semangat toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai.

"Dengan memberi kesempatan kepada umat Kristiani merayakan Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 dalam suasana yang aman dan damai demi terwujudnya kerukunan antarumat beragama yang merupakan pilar kerukunan nasional," katanya.

Kemudian menyerukan kepada seluruh umat beragama menciptakan suasana yang kondusif, tidak mudah terprovokasi melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kerukunan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di Sai Bumi Ruwai Jurai. 

“Apabila menyaksikan hal-hal yang mencurigakan atau ada indikasi akan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, segera melapor kepada aparat keamanan terdekat agar dapat dilakukan langkah-langkah antisipatif,” ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar