#BANDARLAMPUNG

FKUB Nilai Pendidikan Moderasi Beragama Penting Dijadikan Kurikulum

( kata)
FKUB Nilai Pendidikan Moderasi Beragama Penting Dijadikan Kurikulum
Ilustrasi. Dok. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pendidikan moderasi beragama dinilai penting untuk dimulai sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung, Purna Irawan mengatakan hal tersebut belum dijadikan sebagai mata pelajaran, meskipun nilai-nilainya telah dilakukan dengan cara edukasi dan kegiatan ekstrakurikuler.

"Kami ingin moderasi beragama menjadi salah satu pelajaran tambahan terutama di SMP dan SMA, dengan harapan anak muda memiliki pemikiran yang moderat, jangan punya kecenderungan yang justru mengecilkan diri sendiri yang ujungnya memecah belah," kata Purna Irawan, Minggu 04 Desember 2022.

Pendidikan moderasi beragama menjadi bagian dari program yang difokuskan oleh FKUB, karena norma-norma beragama kian melemah sehingga perlu adanya suatu aksi untuk menanggulangi.

"Ini menjadi alasan kuat FKUB, akibat mulai lemahnya rasa kepedulian dan cinta bangsa, sudah mulai cenderungnya generasi saat ini ke budaya modern, sedangkan budaya lokal itu memiliki nilai etika jauh lebih tinggi dari saat ini," kata dia.

Dengan penerapan moderasi beragama ditingkat pendidikan, diharapkan dapat mewujudkan suatu generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, bisa menerima budaya lokal, anti kekerasan serta memiliki rasa toleransi.

"Walaupun di zaman globalisasi saat ini, kita berharap budaya lokal bisa diterima, kemudian toleransi, generasi muda memiliki sifat bisa menghargai antar sesama tanpa memandang, suku, agama dan ras," kata dia.

Sekretaris umum (Sekum) MUI Lampung, Mansur Hidayat mengatakan, dalam perjalanannya melalui para ulama telah memberikan pemahaman tentang moderasi beragama baik kepada masyarakat umum maupun institusional. Hal itu untuk meminimalisir munculnya pemikiran tidak moderat yang dapat memecah persaudaraan, kebangsaan dan kewarganegaraan.

"Dalam pendidikan formal ini telah ada terutama di pesantren, pemberian paham akan moderasi beragama sudah ada di sana dan ini memang didukung secara intens oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag)," ujar dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar