KPKdewas

Firli Diminta Patuhi Kode Etik

( kata)
Firli Diminta Patuhi Kode Etik
Ketua KPK Firli Bahuri menaiki helikopter. DOK Istimewa

Jakarta (Lampost.co) -- Sikap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri belakangan menjadi sorotan. Apapun yang dilakukan ketua lembaga anti rasuah itu merupakan wajah dari instansi yang dipimpinnya.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menegaskan bahwa Firli harus menjaga sikap di tenga masyarakat. Sebab sebagai Ketua KPK wajib patuh terhadap kode etik yang berlaku.

"Firli harus patuh terhadap kode etik yang dibuat Dewan Pengawas (Dewas) KPK, bagaimana mungkin minta rakyat patuh hukum jika Firli tidak patuh terhadap aturan? Maka apa pun itu, Firli harus taat aturan sebagai teladan," ujarnya, Jumat, 26 Juni 2020.
 
Boyamin mengatakan tingkah Firli di tengah masyarakat juga menjadi cerminan bagi anak buahnya di KPK. Tingkah Firli naik helikopter mewah untuk pulang kampung dianggap berlebihan.

Firli dinilai perlu mendapat teguran. Jika tidak, kata Boyamin, pamer kemewahan akan menjadi wajar di kalangan pejabat KPK. Pejabat KPK bakal mudah disuap.
 
"Jika diperbolehkan gaya hedon maka nanti lama-lama pakai jet pribadi kemana pun pergi, dan yang bisa memberi fasilitas jet pribadi bisa aja pengusaha yang punya kepentingan dengan KPK terkait usahanya," ujar Boyamin.
 
 Firli juga diminta fokus memamerkan hasil kinerja KPK. Pamer kekayaan dinilai tidak penting.
 
"Saya peduli kepada KPK untuk integritas moral tinggi dan bersih sehingga mampu memberantas korupsi dengan gagah berani tanpa beban," ucap Boyamin.
 
Boyamin mengaku tak ada maksud lain melaporkan tingkah laku Firli. Dia memastikan tidak menyimpan dendam pribadi terhadap Firli.
 
"Kalau Firli bukan ketua KPK maka mau tiap hari naik helikopter silakan. Saya tidak punya urusan pribadi dengan Firli, bahkan waktu pencalonan di panitia seleksi dan DPR tidak menolak Firli," ujar Boyamin.
 
MAKI sudah dua kali melaporkan Firli terkait dugaan pelanggaran kode etik. Pertama, Firli dilaporkan karena melanggar protokol kesehatan dengan tak memakai masker di tengah anak-anak dalam perjalanannya di Baturaja, Sumatra Selatan. Kedua, Firli dilaporkan lagi saat naik helikopter milik perusahaan swasta untuk pergi dari Palembang ke Baturaja.
 

Medcom



Berita Terkait



Komentar