#festivalbambu#festivallampung#beritatubaba

Festival Internasional Bambu Tubaba di Tengah Ancaman Korona

( kata)
Festival Internasional Bambu Tubaba di Tengah Ancaman Korona
Bubu alat penangkap ikan tradisional yang akan diperlukan sebagai karya instalasi utama pada acara festival internasional bambu Tubaba, 6-8 November 2020 mendatang. Foto: Dok


Panaragan (Lampost.co): Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berjuang untuk keluar dari status zona oranye penyebaran Covid-19, sebuah event berskala internasional akan dilaksanakan di Tubaba, yaitu Tubaba International Bamboo Festival (TIBF) yang dipusatkan di Uluan Ughik, Panaragan pada 6 – 8 November 2020.

Ketua Panitia TIBF, Salim Try, memastikan kegiatan ini akan menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19. Pihaknya mempersilahkan kepada khalayak yang ingin menikmati jalannya acara untuk melihat melalui saluran daring yang telah dipersiapkan oleh panitia.

"Pada acara pembukaan dan penutupan panitia hanya mengundang tamu sejumlah 50% dari kapasitas ampi teater Ulluan Nughik. Panitia menyiapkan 1000 masker, hand sanitizer, dan alat pendeteksi suhu yang memadai," kata Salim, Minggu, 1 November 2020.

Salim menjelaskan bahwa festival ini setiap hari akan menampilkan seni pertunjukan pada malam penutupan kelompok musik Senyawa, sebuah kelompok musik eksperimental dari Yogyakarta yang dikenal dengan penggunaan instrumen bambu akan menjadi penutup seluruh rangkaian acara.

Kelompok lain adalah Pringlaras (Pringsewu), Orkes Ba’da Isya (Bandar Lampung), Ijotafara (Tubaba), Voice of Culture (Tubaba), Sanggar Pakem Anak Rawa (Tubaba), Sanggar Buntara Budaya (Tubaba), Q-Plus (Tubaba), Gadis Senja (Tubaba), dan Pertunjukan Sirkus Api oleh Vian dan Anastasya (Tubaba-Makassar). 

Sejumlah partisipan luar negeri akan terlibat dalam pameran dengan tajuk “Parametric in Bamboo” mereka di antaranya adalah Carlos Banon (Singapura), Christian Salandanan (Philippina), Lucas Loo (Malaysia), Osamu Sekigushi (Jepang), Prof Touki Shiga (Jepang), Irina Biletska (Brazil), dan Indra Santosa (Swiss). 

"Selain pameran, partisipan luar negeri akan berbagi konsep kekaryaan bambu mereka melalui perkuliahan (lecture) yang telah direkam secara khusus. Rekaman video ditayangkan sepanjang festival," kata Salim.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Tubaba, Eri Budisantoso, menyampaikan perkembangan wabah Covid-19 di Tubaba, sebanyak lima pasien positif covid-19 dinyatakan sembuh.

“Semalam, kita mendapat kabar baik, yakni adanya laporan lima pasien yang sudah dinyatakan negatif dan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan Swab dari Labkesda Provinsi Lampung, sehingga P-21 hingga P-25 yang dirawat di RSUD Tubaba,” kata Kadis Kominfo ini, Minggu, 1 November 2020.

Adapun data resmi yang di rilis oleh Dinas Kesehatan Tubaba yakni jumlah pendatang lama sebanyak 6.715 orang dan pendatang baru 84 orang dengan total pendatang 6.799 orang. 

Orang dalam pemantauan (ODP) 0, Pasien dalam pengawasan (PDP)/suspect 0, pasien total konfirmasi positif sebanyak 30 orang, pasien positif dirawat 1 orang, pasien negatif/selesai isolasi 28 orang, pasien positif meninggal dunia 1 orang, orang tanpa gejala (OTG)/kontak erat 38 orang, ODP selesai pemantauan 91 orang, dan OTG/kontak erat selesai pemantauan sebanyak 192 orang.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar