#Asabri

Ferrari hingga Kapal Tanker Disita dari Tersangka Kasus ASABRI

( kata)
Ferrari hingga Kapal Tanker Disita dari Tersangka Kasus ASABRI
Ferrari tipe F12 Berlinetta disita Kejagung. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung sebuah menyita sebuah mobil Ferrari tipe F12 Berlinetta dan kapal dari tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Heru Hidayat. Heru merupakan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera (Tram).

"Disita beserta STNK, BPKB, dan tanda bukti pelunasan pembelian kendaraan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Februari 2021.

Penyitaan selanjutnya yaitu atas nama Tersangka BTS. Yaitu, tanah seluas 194 hektare terdiri dari 566 bidang tanah Hak Guna Bangunan di Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Sajirah dan Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten. 

Kemudian, tanah seluas 33 hektare yang terdiri dari 158 sertifikat Hak Guna Bangunan di Kecamatan Kalang Anyar, Kecamatan Cibadak, dan Kecamatan Rangkas Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

"Proses penyitaan dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, sarung tangan, serta menjaga jarak," kata Leonard.

Kejagung telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Hal itu dilakukan usai gelar perkara.

Sebanyak dua tersangka ialah mantan Direktur Utama (Dirut) ASABRI, Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri (ARD) dan Sonny Widjaja (SW). Mantan Direktur Keuangan PT ASABRI, BE; Direktur PT ASABRI, HS; dan Kadiv Investasi PT ASABRI, ISW, turut menjadi tersangka. Status yang sama juga dikenakan kepada Dirut PT Prima Jaringan, LP.

Selain itu, dua terdakwa korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro (BT) dan Heru Hidayat (HH), kembali menjadi 'pasien' Korps Adhyaksa dalam kasus ini. Para tersangka telah mengenakan rompi tahanan Kejagung berwarna merah muda. Mereka langsung ditahan untuk 20 hari ke depan. 

"Terhitung sejak Senin, 1 Februari 2021 sampai 20 Februari 2021," ujar Leonard.

Leonard mengatakan penyidik memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung kerugian negara. Namun, penyidik menaksir kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp23.739.936.916.742,58.

Winarko







Berita Terkait



Komentar