#aruspenyeberangan#asdp

Fenomena Baru, Arus Penumpang Lebih Tinggi dari Sumatera ke Jawa

( kata)
Fenomena Baru, Arus Penumpang Lebih Tinggi dari Sumatera ke Jawa
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat meninjau arus balik libur Natal 2019 di Pelabuhan Bakauheni, Jumat, 27 Desember 2019. Lampost.co/Aan Kridolaksono.

Kalianda (Lampost.co) -- Dalam arus mudik tahun ini, baik Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru, terjadi fenomena menarik terkait lonjakan penumpang. Fenomena ditandai dengan jumlah arus penumpang dari Sumatera ke Jawa lebih tinggi dibandingkan arah sebaliknya.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pengguna jasa dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak naik 19 persen, sedangkan dari arah sebaliknya hanya 10%. Jumlah tersebut terhitung sejak H-6, Kamis, 19 Desember 2019, hingga H+1 Natal atau Kamis, 26 Desember 2019.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat meninjau arus balik libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) di Pelabuhan Bakauheni Jumat, 27 Desember 2019. Dia mengungkapkan ada fenomena yang menarik dengan adanya lonjakan penumpang pada angkutan Lebaran maupun angkutan Nataru tahun ini dengan bergesernya arus penyeberangan yang lebih tinggi dari Sumatera ke Pulau Jawa dibandingkan sebaliknya.

“Puluhan tahun ASDP berdiri biasanya arus keberangkatan lebih tinggi dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Namun sejak mudik Lebaran sampai Natal tahun ini, arus keberangkatan lebih tinggi dari Sumatera ke Jawa. Lonjakan penumpang ini karena ada fenomena yang menarik karena pada libur Nataru tahun 2019/2020 jalur darat di Jawa dan Sumatera telah terkoneksi dengan adanya Jalan Tol Trans-Sumatera dan Jalan Tol Trans-Jawa sehingga perjalanan semakin cepat dan mudah,” ujarnya.

Berdasarkan data produksi angkutan Nataru 2019/2020 pada H-6, Kamis, 19 Desember hingga Jumat, 27 Desember 2019, pukul 08.00 WIB, jumlah pemudik yang telah menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni naik 26,9 persen atau 392.332 orang dari total penumpang 309.169 orang pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian kendaraan 69.623 unit atau naik 19 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang 58.319 unit.

"Untuk lintas Merak-Bakauheni, tren arus keberangkatan berubah. Ada pergeseran menyusul beroperasinya Jalan Tol Trans- Sumatera. Jadi kini feri menjadi pilihan moda transportasi yang dapat diandalkan," ujarnya. 

Khusus mobil pribadi, tercatat 45.576 unit atau naik 33,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 34.135 unit yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, sejak Kamis, 19 Desember 2019 hingga Jumat, 27 Desember 2019, pukul 08.00 WIB.

Sementara dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak pada periode yang sama tahun lalu,  tercatat 345.314 penumpang atau naik 76.224 orang dibandingkan tahun lalu 289.690 orang. Kemudian kendaraan roda dua 38.280 unit atau naik 10.107 unit dibandingkan tahun lalu yang 28.475 unit. Sedangkan kendaraan roda empat ke atas 59.697 unit atau naik 11.171 dibandingkan tahun lalu 48.516.

"Melihat arus keberangkatan, kami kira arus balik Nataru akan ada dua gelombang, yakni 30 Desember 2019 dan 3 Januari 2020," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar