#salatidulfitri

Fatwa MUI Seputar Salat Idulfitri di Rumah

( kata)
Fatwa MUI Seputar Salat Idulfitri di Rumah
Ilustrasi salat. Medcom.id/M Rizal

Jakarta (Lampost.co) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan umat Islam menggelar salat idulfitri di rumah sesuai dengan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Salat Idulfitri pada Saat Pandemi Covid-19. Dalam fatwa itu juga dijelaskan tata cara pelaksanaan salat id.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am menyebut salat idulfitri pada hakikatnya boleh dilaksanakan di masjid, musala, tanah lapangan, dan rumah. Salat sunah di rumah sudah menjadi salah satu hukum asal.

"Salat bisa dilaksanakan di luar, bisa di dalam. Tetapi kalau ada kebutuhan untuk kepentingan keselamatan jiwa, ada ketentuan-ketentuan yang diatur berikutnya," kata Asrorun di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Senin, 18 Mei 2020.

Berita terkait: Pemprov Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

Fatwa MUI menjelaskan tata cara pelaksanaan takbir dan juga salat idulfitri agar sesuai syariat Islam. Pelaksanaan salat di rumah yang paling baik dilaksanakan minimal empat orang.

"Satu bertindak sebagai imam, satu khatib, dan lainnya makmun. Bila tidak ada yang berkompeten menjadi khatib, (khotbah) boleh ditiadakan," ujarnya.
 
Berdasarkan fatwa tersebut, imam dan makmum membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. Membaca doa iftitah, takbir tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca subhanallahi walhamdulillahi walailahailallahu wallahuakbar.
Lalu, membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca ayat pendek dari Al-Qur'an. Setelah itu, jemaah melakukan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri lagi untuk rakaat kedua.

Usai salat idulfitri, khatib melaksanakan khotbah. Khotbah bisa ditiadakan jika tidak ada yang bisa menjadi pengkhotbah di rumah.

Asrorun juga menyebut, salat idulfitri boleh dilakukan seorang diri jika kurang dari empat orang. Bila salat Idulfitri dilakukan seorang diri, bacaan salat tak perlu dinyaringkan.

MUI juga membolehkan imam memperpendek atau mempercepat bacaan salat. "Seiring dengan keamanan dan juga kenyamanan kita," ujar dia

Medcom



Berita Terkait



Komentar