#fatayat#NU#anak

Fatayat NU Tulangbawang Ingatkan Bahaya Kekerasan Terhadap Anak melalui Agenda Seminar

( kata)
Fatayat NU Tulangbawang Ingatkan Bahaya Kekerasan Terhadap Anak melalui Agenda Seminar
Lampost.co/ Ahmad Sobirin

MENGGALA (Lampost.co)-- Fatayat Nahdlatul ulama (NU) mengajak para perempuan Indonesia untuk menyadari akan pentingnya menjaga buah hati, anak didik, anak-anak yang ada disekitar lingkungan mereka dari dari tindakan kekerasan baik secara fisik maupun non fisik (verbal/non verbal), agar anak-anak tumbuh dewasa dengan emosional yang baik serta tanpa adanya kekerasan yang mereka rasakan.

Kampanye untuk selalu menjaga, mengawasi dan melindungi generasi penerus ini disuarakan oleh jajaran Pimpinan Cabang Fatayat NU kabupaten Tulangbawang dalam momen peringatan hari lahir (harlah) Fatayat NU ke 69 tahun yang dipusatkan di Pondok pesantren Nurul Fattah Kampung Penawar Jaya kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulangbawang. Sabtu (27/4/2019). Demikian dikatakan, Ketua Pimpinan Fatayat NU Kabupaten Tulangbawang, Nining Riyanti, yang berharap pesan tersebut tidak hanya menjadi pembahasan dalam seminar yang Fatayat laksanakan namun juga dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya kader Fatayat di kabupaten setempat.

"Saya berharap ini tidak hanya sebuah seremoni pelaksanaan harlah, namun dapat diterapakan dalam kegiatan sehari-hari dan kedepannya akan diadakan program lanjutan guna mengetahui psikologi dan IQ buah hati agar orang tua memahami kebutuhan tumbuh kembangnya anak, serta semakin Minimnya kekerasan yang terjadi dalam bentuk kekerasan apapun," ujarnya, Minggu (28/4/2019.

Nining menjelaskan, seminar bertema gerakan perlindungan dari kekerasan atau di singkat Gelatik ini sukses digelar dengan peserta lebih dari 300 orang dari perwakilan pengurus Fatayat di 10 kecamatan se-kabupaten Tulangbawang. Agenda ini menghadirkan tiga pemateri yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing yakni Ir. Elliza Rissa Lubis mewakili dinas P3A kabupaten Tulang Bawang, Wirdayati anggota KPID Provinsi Lampung, dan Lely Syamsul seorang psikolog.

Ahmad Sobirin

Berita Terkait

Komentar