pernikahandinibandarlampung

Faktor Ekonomi Picu Perkawinan Dini

( kata)
Faktor Ekonomi Picu Perkawinan Dini
Dok.Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke berbagai sektor khususnya sektor sosial dan ekonomi, salah satu seperti pada jumlah angka perkawinan anak. Sebab, terjadi peningkatan perkawinan anak.

Lembaga Advokasi Perempuan Damar mencatat ada 235 pengajuan perkawinan pada usia anak pada pengadilan agama. Jumlah itu melampaui jumlah dispensasi perkawinan periode 2015-2019 yang hanya 233 kasus.

Aktivis Damar Ana Yunita menjelaskan dari hasil pendampingan, masalah ekonomi menjadi faktor utama dalam praktik tersebut. Perkawinan dijadikan jalan dalam penyelesaian masalah ekonomi yang dihadapi.

"Perkawinan anak masih menjadi praktik dalam penyelesaian masalah ekonomi atau situasi putus sekolah yang dialami perempuan," ujarnya, Rabu, 1 Juli 2020.

Selain itu, usai menyelesaikan sekolah, perempuan dihadapi dengan pilihan menikah atau bekerja. Selama pandemi, masyarakat khususnya perempuan kesulitan mendapatkan pekerjaan karena banyak perusahaan yang melakukan pengurangan tenaga kerja.

Kemudian, katanya, kehamilan tidak diinginkan juga menjadi salah satu pemicu peningkatan angka tersebut. Hal itu karena kurangnya pendidikan kritis ihwal pengetahuan seksual.

"Selain ekonomi, kehamilan yang tidak diinginkan juga menjadi alasan terjadi perkawinan dini," ujar mantan Ketua Kopri PMII Lampung itu.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar