#pencabulan#asusila

Faktor Ekonomi Picu Kekerasan Seksual Meningkat

( kata)
Faktor Ekonomi Picu Kekerasan Seksual Meningkat
Kekerasan seksual terhadap anak. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, menilai maraknya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur mayoritas dilakukan orang dekat korban.

"Baik itu orang tua kandung, orang tua angkat, keluarga, maupun tetangga korban," kata April, Jumat, 26 November 2021.

Baca juga: Bapak dan Anak di Way Kanan Setubuhi Perempuan di Bawah Umur

Ia melanjutkan, sejumlah faktor menjadi penyebab maraknya kekerasan anak. Mulai dari faktor tekanan ekonomi yang menyebabkan pihak orang tua depresi hingga kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak.

"Tapi yang jelas biasanya terjadi karena banyaknya waktu kosong di antara pelaku dan korban, maka dari itu faktor pengangguran juga ikut jadi pemicu adanya hal-hal negatif," katanya.

Untuk itu, pendidikan seksual sejak dini dan pentingnya menjaga ketahanan keluarga bersama anak harus dilakukan setiap orang tua. 

"Perlu diingat, faktor pandemi covid-19 yang memaksa orang berdiam diri di rumah juga bisa menjadi pemicu kasus kekerasan seksual," katanya.

Untuk diketahui, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Way Kanan meringkus pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kampung Negeribaru, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan. Perbuatan itu dilakukan ayah dan anak terhadap anak atau saudara tiri dari kedua tersangka.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar