#Facebook

Facebook Blokir Seluruh Konten Berita Australia

( kata)
Facebook Blokir Seluruh Konten Berita Australia
Ilustrasi. Google Images


Jakarta (Lampost.co) -- Facebook akan memblokir seluruh konten berita Australia sebagai reaksi penolakan terhadap aturan yang menghendaki raksasa sosial media itu membayar setiap konten berita yang ditayangkan.

"Undang-undang yang diusulkan pada dasarnya salah memahami hubungan antara platform kami dan penerbit yang menggunakannya untuk berbagi konten berita," kata manajer Facebook untuk Australia dan Selandia Baru, William Easton, Rabu, 17 Februari 2021.

Menurutnya, itu pilihan berat untuk mematuhi undang-undang atau berhenti mengizinkan konten berita Australia. ‘’Dengan berat hati, kami memilih yang terakhir,’’ tegasnya.

Facebook mengatakan bahwa sebagai akibat dari kebijakan baru tersebut, orang-orang di Australia tidak dapat melihat atau membagikan konten berita Australia atau internasional di Facebook atau konten dari halaman berita Australia dan internasional.

Ini juga berarti bahwa orang-orang di tempat lain di dunia tidak dapat melihat atau berbagi konten berita Australia di Facebook.

Sebaliknya Google mengumumkan telah sepakat melakukan pembayaran yang signifikan kepada News Corp. milik Rupert Murdoch untuk konten beita. Keduanya sepakat esbagai bentuk kemitraan multi-tahun bersejarah yang akan menampilkan berita dari raksasa media tersebut dalam Google News Showcase.

Kesepakatan itu mencakup konten dari Wall Street Journal milik News Corp, Barron's, MarketWatch dan New York Post di Amerika Serikat; The Times dan The Sunday Times yang berbasis di Inggris, dan The Sun serta sejumlah media Australia termasuk The Australian.

Awal pekan ini, para pejabat Australia mengatakan dua raksasa teknologi AS Facebook dan Google akan sepakat dengan media Australia untuk membayar berita yang tayang. Pengawas persaingan Australia telah menyatakan untuk setiap $ 100 yang dihabiskan untuk iklan online, Google memperoleh $ 53, Facebook mengambil $ 28 dan sisanya dibagikan antara lain, pendapatan yang dibutuhkan media untuk mendukung jurnalisme.

Winarko







Berita Terkait



Komentar