#KapalTerbakar#kecelakaanLaut#Nasional

Evakuasi Korban KM Santika Tuntas

( kata)
Evakuasi Korban KM Santika Tuntas
Foto Dok Medcom.id

SURABAYA (Lampost.co) -- Proses evakuasi korban KM Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinyatakan tuntas.

Dilansir Mediaindonesia.co, Minggu, 25 Agustus 2019, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Masalembu, Taufikurrahman, mengatakan seluruh penumpang dan awak kapal telah dievakuasi ke Posko Induk di Tanjung Perak, Surabaya. Sebagian lainnya menjalani perawatan di RSUD Sumenep.

"Semuanya sudah dievakuasi, termasuk korban meninggal dan sakit," katanya di Sumenep, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Para penumpang dievakuasi melalui dua tahap. Tahap pertama sebanyak 53 orang dievakuasi melalui Pelabuhan Masalembu menggunakan KN Condomani milik KSOP Tanjung Perak dan sebanyak 132 orang dievakuasi menggunakan 21 bus melalui Pelabuhan Kalianget. Jumlah tersebut, tidak termasuk penumpang yang dievakuasi menggunakan KM Dharma Fery 7 dan KM Bintang Samudera 1 yang secara kebetulan melintas di lokasi terbakarnya kapal, saat kejadian.

Sementara, delapan orang masih menjalani perawatan di RSUD Sumenep karena menderita sesak nafas. Rencananya, Minggu (25/8), mereka akan dikirim ke Posko Induk di Surabaya menggunakan jasa travel.

Dari seluruh penumpang dan awak kapal, tiga di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yakni Bekti Trianto (mualim 1) dan dua korban lain yang belum diketahui identitasnya.

Meski proses evakuasi dinyatakan tuntas, namun proses penyisiran akan tetap dilakukan selama beberapa hari kedepan. Hal tersebut untuk menjaga kemungkinan masih adanya korban yang masih tersisa.

"Kami masih akan melakukan patroli untuk menjaga kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan," kata Kepala Operator Radio Pelabuhan Masalembu, Sumaryono.

KM Santika Nusantara tujuan dari Balikpapan ke Surabaya terbakar di Perairan Masalembu atau sebelah utara Pulau Madura, Kamis (22/8) malam. Selain mengangkut penumpang, kapal tersebut juga mengangkut bahan pokok dan kendaraan bermotor. Belum diketahui penyebab kebakaran.

Musibah kecelakaan kapal di Perairan Masalembu cukup sering terjadi. Dalam catatan Media Indonesia, selama 10 tahun terakhir sedikitnya 8 peristiwa kecelakaan laut terjadi di perairan yang disebut Segitiga Masalembo itu.

Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, Darul Hasyim Fath, meminta Basarnas membuka kantor di kepulauan yang berada di tengah Laut Jawa tersebut untuk memudahkan mobilisasi saat terjadi kecelakaan laut.

"Selama ini, penanganan terkendala letak geografis karena perairan Masalembu berada di tengah Laut Jawa yang dari Surabaya membutuhkan waktu sekitar 15 jam dalam kondisi cuaca normal," kata Darul.

Pulau Masalembu, lanjut dia, cukup strategis untuk Posko Basarnas karena bisa mencakup wilayah Masalembu, Kepulauan Kangean, Perairan Sapeken dan Bawean.

Media Indonesia

Berita Terkait

Komentar