#polri

Etika Polisi Muda Dinilai Merosot

( kata)
Etika Polisi Muda Dinilai Merosot
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. Croscheck Medcom.id.


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai adanya penurunan etika polisi belakangan ini, khususnya generasi milenial. Etika polisi muda dinilai kurang baik ketimbang pendahulunya.

"Sekarang di Kompolnas merasakan ketika kami berinteraksi ke internal Polri menghadapi adik-adik yang generasi milenial, gayanya lain. Jadi, terjadi perubahan di sana," kata Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto dalam acara Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Jokowi Gelisah Grup WA TNI dan Polri', Minggu, 6 Maret 2022.

Benny mengatakan polisi generasi saat ini kerap mengomentari isu yang tidak dikuasainya. Komentar itu dilakukan di media sosial atau grup WhatsApp.

"Dulu kami pikir dua kali, jangan enggak boleh, sekarang bebas, di grup-grup entah angkatan, entah apa kelihatan sekali mereka bebas ngomong, curhat, dan sebagainya," ujar Benny.

Benny meyakini perubahan itu terjadi karena saat ini Indonesia masuk ke era keterbukaan informasi. Efek buruk dari era itu yakni polisi generasi milenial terlalu bebas berkomentar tentang isu yang terjadi di Indonesia.

Perubahan etika itu juga membuat polisi generasi saat ini tidak berpikir panjang dalam memberikan komentar di media sosial maupun grup WhatsApp. Tindakan itu kadang membuat polisi yang bersangkutan tersangkut masalah hukum.

"Tatap muka langsung masih menggunakan perasaan, masih mempertimbangkan reaksi yang diajak bicara, tapi kalau dengan gawai tidak, tidak pakai perasaan sama sekali. Sehingga muncul berbagai macam kasus, akhirnya kena Undang-Undang ITE dan sebagainya," tutur Benny.

Benny menyebut isi komentar beberapa polisi generasi milenial yang diketahuinya keterlaluan. Pembahasan isunya bukan cuma Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Semua enak saja ngomong, enggak peduli siapa yang diomongin," tutur Benny.

 Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan jajaran TNI dan Polri tidak punya hak bicara soal demokrasi. Dua institusi keamanan tersebut harus memiliki kedisiplinan tinggi mendukung berbagai kebijakan pemerintah.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar