#jualbelikursi#KPU#beritalampung

Esti Nur Fathonah Bantah Terlibat Jual Beli Kursi KPU

( kata)
Esti Nur Fathonah Bantah Terlibat Jual Beli Kursi KPU
Foto: Jajaran anggota KPU Provinsi Lampung saat memberikan keterangan pers terkait persoalan jual beli kursi Anggota KPU di Aula KPU Provinsi Lampung, Senin (11/11/2019) Triyadi Isworo/Lampost

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menggelar rapat pleno membahas permasalahan Komisioner KPU Lampung atas nama Esti Nur Fathonah di Kantor Sekretariat setempat Jalan Gajah Mada, Bandar Lampung, Senin 11 November 2019 pukul 10.00 - 15.00 WIB.


Pleno tersebut dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami, jajaran komisioner Antonius Cahyalana, M. Tio Aliansyah, Ali Sidik, Ismanto, Agus Riyanto, Esti Nur Fathonah dan sekretariatan KPU Lampung.


"Berita-berita yang berkembang jangan sampai membunuh karakter saya. Saya menyangkal tuduhan tersebut. Saya mendaftar di KPU Provinsi dan Kabupaten mengikuti semua prosedur dan peraturan perundangan yang ada," kata Esti saat ditemui di Kantor KPU Lampung.


Kemudian ketika disinggung mengenai rencana menuntuk balik keranah hukum bila pemberitaan tersebut tidak benar dan menjatuhkan karakter dirinya serta lembaga penyelenggara KPU, Esti masih menunggu proses hukum yang berkembang terlebih dahulu di DKPP. Dirinya tidak mau terburu-buru melaporkan pelapor keranah hukum.


"Saya menghormati keputusan hukum mereka terlebih dahulu, saya mau membuktikan terlebih dahulu saya bersalah secara etik atau tidak. Setelah itu akan saya pertimbangkan. Saya tidak mau terburu-buru melapor," katanya.


Sebelumnya ENF diduga terlibat dalam praktek jual beli kursi jabatan Anggota KPU Lampung dengan mahar Rp. 200 juta kepada oknum di Jakarta. Kemudian ENF juga diduga menjadi perantara untuk memuluskan VYP dan LP peserta seleksi untuk duduk di KPU Kabupaten dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. (TRI)


Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar