#lampungtimur

Eselon II di Lamtim yang Enggan Tinggal di Sukadana akan Dievaluasi

( kata)
Eselon II di Lamtim yang Enggan Tinggal di Sukadana akan Dievaluasi
Sekkab Lamtim, Moch Jusuf saat diwawancarai jurnalis ihwal pejabat eselon II yang enggan tinggal di Sukadana akan dievaluasi di kantor Pemkab Lamtim, Selasa, 18 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya)


Sukadana (Lampost.co) -- Para pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Lamtim diminta tandatangani surat pernyataan bersedia tinggal di Sukadana selama hari kerja. Bagi para pejabat yang tidak mau menandatangani surat pernyataan tersebut dan enggan tinggal di Sukadana, akan dievaluasi oleh Bupati Lamtim.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamtim, Moch Jusuf, menjelaskan penandatanganan surat pernyataan tersebut merupakan perintah Bupati Lamtim, M. Dawam Rahardjo, menyikapi banyaknya para pejabat eselon II yang hingga kini belum tinggal di Sukadana selama hari kerja.

Sebelumnya, Bupati Lamtim M. Dawam Rahardjo, pada setiap kesempatan berkali-kali meminta agar para pejabat khususnya eselon II dapat berdomisili atau tinggal di Sukadana selama hari kerja. Hal itu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat koordinasi serta efektivitas pelaksanaan tugas di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin para pejabat tersebut.

Beberapa hari lalu, Bupati Lamtim, M. Dawam Rahardjo, menempuh langkah tegas dengan memerintahkan seluruh pejabat khususnya eselon II untuk menandatangani surat pernyataan bersedia tinggal di Sukadana selama hari kerja.

“Ya beberapa hari lalu Pak Bupati sudah memerintahkan seluruh pejabat khususnya eselon II agar menandatangani surat pernyataan bersedia tinggal atau berdomisili di Sukadana selama hari kerja,” ujar Moch Jusuf.

Apalagi, bagi para pejabat eselon II tersebut memang sudah disediakan rumah dinas yang letaknya tidak jauh dari komplek perkantoran Pemkab Lamtim di Sukadana. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak tinggal di Sukadana selama hari kerja.

“Kalau ada pejabat yang tidak mau menandatangani surat pernyataan itu dan enggan tinggal di Sukadana selama hari kerja, Pak Bupati sudah menegaskan pejabat tersebut akan dievaluasi,” kata Moch Jusuf. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar