#Bencana#ErupsiGAK

Erupsi GAK, Warga Rajabasa Khawatir Diterjang Tsunami

( kata)
Erupsi GAK, Warga Rajabasa Khawatir Diterjang Tsunami
Sejumlah masyarakat Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, saat mengungsi di dataran tinggi, Sabtu, 11 April 2020, dini hari. (Dok warga/Lampost.co)

Kalianda (Lampost.co) -- Meski kini telah beraktivitas kembali, masyarakat Pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, khawatir diterjang tsunami pascaerupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Sabtu, 11 April 2020, dini hari.

Agus Abidin (40,) warga Desa Waymuli Timur, Kecamatan Rajabasa, mengatakan mengetahui adanya erupsi GAK, masyarakat setempat banyak yang mengungsi ke dataran tinggi. Sebab, masyarakat khawatir terjadi kembali tsunami setelah adanya erupsi GAK.

"Tadi malam warga banyak yang ngungsi ke Huntara karena takut erupsi GAK menimbulkan Tsunami. Tapi, pagi ini warga sudah baraktifitas kembali seperti biasa. Meski demikian, kami masih khawatir dengan tsunami," katanya melalui sambungan telepon, Sabtu, 11 April 2020.

Sementara itu, Robiansyah (39), warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa mengatakan hingga kini masyarakat setempat masih waspada terhadap erupsi GAK. Sebab, masyarakat masih mendengar suara dentuman dari arah GAK.

"Alhamdulilah, warga Pulau Sebesi tidak panik, mas. Tetapi kami di sini masih waspada dan khawatir adanya tsunami.  Soalnya, hingga pagi ini GAK masih terdengar letusan," kata dia.

Terpisah, Camat Rajabasa Sabtudin mengatakan pihaknya menghimbau masyarakat setempat agar tidak panik dan tetap waspada dengan adanya erupsi GAK.  "Saya himbau warga jangan panik namun tetap waspada, semoga tidak menimbulkan hal yang serius," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar