#amerikaserikat #joebiden #donaldtrump #pilpresas2020

Eropa Berpesta Merayakan Kemenangan Biden

( kata)
Eropa Berpesta Merayakan Kemenangan Biden
Sekelompok warga merayakan kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih AS di Washington DC pada Sabtu malam, 7 November 2020. Olivier Douliery/AFP


Paris (Lampost.co) -- Kota-kota besar di Eropa merayakan kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih Amerika Serikat pada Sabtu, 7 November 2020, dengan kembang api dan suara lonceng gereja. Sejumlah pemimpin negara Eropa juga beramai-ramai mengucapkan selamat kepada Biden dan wakilnya, Kamala Harris.

Saat masyarakat AS mulai dari Washington DC hingga San Francisco turun ke jalanan untuk merayakan kemenangan Biden, lonceng gereja terdengar di Paris dan juga Munich, sementara kembang api menghiasi langit London dan Edinburgh.

Dilansir dari laman Fox News, jajaran pemimpin global seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giuseppe Conte, PM Irlandia Micheal Martin, dan Presiden Spanyol Pedro Sanchez Perez-Castejon, mengucapkan selamat kepada Biden dan Haris melalui media sosial.

Pemimpin Brexit Nigel Farage, seorang pendukung Presiden AS Donald Trump, menyebutkan  peliputan media terhadap perayaan pendukung Biden begitu meriah, seolah-olah seperti ada "Yesus yang kembali muncul" di muka Bumi.

Berita terkait: Serba Pertama dari Kamala Harris Menuju Kursi Wapres AS

Kemenangan Biden di negara bagian Pennsylvania membuat mantan wakil presiden Barack Obama itu melewati 270 electoral college atau suara elektoral yang dibutuhkan untuk menjadi pemenang Pilpres AS. Biden juga menang di Nevada, sehingga total suara elektoralnya mencapai 290. Sementara suara elektoral petahana Donald Trump tak berubah di angka 214.

Kabar kemenangan Biden di Pennsylvania disambut meriah di media sosial dan berbagai kantor berita. Namun hal berbeda terlihat di Slovenia, kampung halaman dari Ibu Negara Melania Trump. PM Slovenia Janez Jansa menjadi satu-satunya pemimpin global yang mengucapkan selamat kepada Trump saat proses penghitungan suara pilpres AS masih berlangsung.

Jansa masih memperlihatkan dukungannya kepada Trump, bahkan setelah kemenangan Biden diumumkan di media.

Reaksi berbeda dan beragam juga terlihat di Irak. Banyak warga Irak mengingat Biden sebagai salah satu tokoh utama terkait invasi AS pada 2003. Sejumlah aktivis Irak selama ini mendukung Trump, terutama usai AS membunuh seorang jenderal Iran dalam sebuah serangan udara di Baghdad pada awal 2020.

Kendati mendapat reaksi yang kurang baik dari Irak, Presiden Barham Salih telah mengucapkan selamat kepada Biden via Twitter, dengan mendeskripsikannya sebagai seorang sahabat dan mitra terpercaya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar