#sinetron

Ernest Desak KPI Tindak Sinetron Bocah 14 Tahun Perankan Istri Ketiga

( kata)
Ernest Desak KPI Tindak Sinetron Bocah 14 Tahun Perankan Istri Ketiga
Ernest Prakasa (Foto: medcom)


Jakarta (Lampost.co) -- Nama Lea Ciarachel diperbincangkan publik di media sosial karena memerankan karakter istri ketiga dalam satu sinetron. Ernest Prakasa pun mengemukakan pendapatnya dan menyentil KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) tentang adegan dewasa yang diperankan aktris berusia 14 tahun itu.

 

"This is not okay, @Indosiar. Ditunggu ketegasannya @KPI_Pusat, jangan kebanyakan ngurusin hal-hal enggak penting, ini masalah serius," tulis sutradara film, aktor, penulis, sekaligus komika itu melalui Twitternya.

Ernest juga me-retweet unggahan penulis Uly Siregar tentang adegan ranjang Lea dalam sinetron itu. Ia teringat dengan film Taxi Driver yang dimainkan Jodie Foster saat berusia 13 tahun.

"Dia (Jodie Foster) didampingi social worker dan pra produksi di di-asses psikiater. Untuk adegan yang sexually suggestive digunakan body double. Itu pun dalam beberapa wawancara, ia mengaku tetap sangat tidak nyaman," cuit Uly.

"Jadi baca-baca soal child actor di R-rated movie. Yang membuat anak-anak bisa terlibat, syuting didampingi dan dilakukan enggak linear, terus disatukan dalam proses editing, jadi anak-anak enggak nyadar 'kengerian' yang diciptakan film maker. Setelah jadi film, mereka pun enggak ikut nonton," tulisnya.

Keduanya serta sejumlah netizen terheran dengan pemer Lea yang diikutsertakan dalam sinetron tersebut. Apalagi, sinetron itu menceritakan tentang poligami dan merendahkan pernikahan.

Aktris Lea Ciarachel sendiri merupakan perempuan kelahiran Bali, 5 Oktober 2006. Pada sinetron Suara Hati Istri, ia memerankan karakter Zahra, yakni istri ketiga dari Tirta (diperankan Panji Saputra) yang di dunia nyata berusia 39 tahun.

Keduanya beradegan mesra dalam sinetron tersebut. Mulai dari berpelukan, mencium, hingga berada di satu ranjang. Netizen menilai adegan itu menggambarkan pelecehan seksual, pemaksaan perkawinan usia anak, poligami, pemerkosaan dalam perkawinan, hingga perbudakan seksual, yang tidak seharusnya ditayangkan di Indonesia.

"Padahal ada loh wanita yang mukanya kaya anak 15 tahun tapi sebenarnya sudah dewasa, tinggal milih make up yang sesuai dan pakaian yang pas pasti bisa. Kenapa harus banget pakai anak 15 tahun kalau semisalnya mereka low budget untuk sewa (pendamping seperti psikiater dan lain-lain)?" cuit salah satu netizen.

Winarko







Berita Terkait



Komentar