#BUMN#APBN

Erick Thohir Tak Ingin BUMN hanya Andalkan APBN

( kata)
Erick Thohir Tak Ingin BUMN hanya Andalkan APBN
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bergantung pada APBN akan membuat kinerja BUMN tidak terlalu bagus. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami


Jakarta (Lampost.co) --  Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi tidak bagus jika hanya mengandalkan kucuran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Maka Menteri BUMN Erick Thohir berkeinginan mengambil langkah perubahan agar BUMN bisa bekerja lebih baik lagi.
 
Dalam virtual conerence bersama dengan jajaran humas perusahaan BUMN, Erick mengatakan hal tersebut sebagai langkah perubahan yang tengah ia usulkan agar ke depan BUMN tumbuh menjadi lebih baik.
 
"Ke depan kita tidak mau juga terima hanya anggaran APBN terus menerus," kata Erick dalam siaran live Instagram Kementerian BUMN, Senin, 13 April 2020.

Erick mengatakan bergantung pada APBN akan membuat kinerja BUMN tidak terlalu bagus. Ia bilang kementerian dan para pegawai di dalamnnya menjadi tidak memiliki tantangan untuk memberikan yang terbaik.
 
"Ini mengakibatkan kinerja kita tidak bisa didata dengan baik. Semua yang hadir hanya sebatas terima gaji," tutur Erick.
 
Ia berharap ke depannya dividen atau setoran perusahaan-perusahaan BUMN ke negara bisa lebih besar. Jika makin besar, makin banyak dana yang juga bisa dikelola oleh Kementerian BUMN yang tentunya bisa digunakan untuk membesarkan BUMN.
 
"Mudah-mudahan goals ke depan Kementerian BUMN akan hidup karena jika dividennya makin besar kita mendapatkan satu persen. Kita tidak mau mengandalkan APBN saja," jelas Erick.
 
Erick menargetkan dividen BUMN pada 2020 sekitar Rp48 triliun hingga Rp49 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari realisasi di tahun lalu yang sebesar Rp45 triliun.
 
Namun diakui Erick upaya untuk mengejar target tersebut akan berat, apalagi di tengah wabah covid-19. Ia bilang apabila bisa mempertahankan posisi tahun lalu pun merupakan hal yang bagus.
 
Dia tidak memungkiri ada banyak bisnis BUMN ikut terdampak pandemi covid-19 sehingga mempengaruhi pendapatan perusahaan-perusahaan pelat merah.
 
"Dividen jujur saja tahun yang tadinya ingin meningkatkan, tapi karena kondisi ini kita berharap dividen bisa tetap," ujar Erick.
 
Sebelumnya, setoran BUMN ke negara secara keseluruhan termasuk di dalamnya dviden, pajak hingga royalti di 2024 ditargetkan oleh Erick naik dari saat ini yang sebesar Rp400 triliun menjadi di atas Rp700 triliun.

Medcom







Berita Terkait



Komentar