#internasional#beritainternasional

Erdogan Tolak Perwakilan Swedia dan Finlandia Datang ke Turki

( kata)
Erdogan Tolak Perwakilan Swedia dan Finlandia Datang ke Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP)


Istanbul (Lampost.co) -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan delegasi Swedia dan Finlandia tidak perlu datang ke Ankara untuk meyakinkannya agar menyetujui pengajuan keanggotaan NATO kedua negara itu.


Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson menyatakan negaranya resmi memutuskan pengajuan masuk NATO pada hari Senin, sehari setelah Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengkonfirmasi Helsinki juga akan mengajukan keanggotaan.

Turki mengejutkan sekutu NATO pekan lalu lantaran menyampaikan pihaknya tidak akan memandang pengajuan tersebut secara positif. Sikap ini terutama didasari sejarah kedua negara sebagai tuan rumah bagi kelompok yang dianggap Ankara sebagai teroris.

Baca juga: Erdogan Tolak Keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO

Dalam konferensi pers, Erdogan kembali mengatakan Turki tidak akan menyetujui permohonan keanggotaan NATO tersebut. Swedia disebutnya sebagai tempat menetas organisasi-organisasi teroris, dan mengeklaim negara itu memiliki teroris dalam parlemennya.

"Tak satu pun dari negara-negara ini memiliki sikap yang jelas dan terbuka terhadap organisasi teroris," kata Erdogan, dilansir dari Yahoo News, Rabu, 18 Mei 2022. 

"Bagaimana kita bisa memercayai mereka?"

Kantor luar negeri Swedia sebelumnya mengatakan perwakilan senior Swedia dan Finlandia berencana melakukan kunjungan ke Turki untuk membicarakan keberatan Ankara. 

"Mereka datang ke Turki pada hari Senin. Apakah mereka datang untuk meyakinkan kita? Maaf, tetapi mereka tidak usah membuat lelah diri sendiri," kata Erdogan tentang rencana kunjungan itu.

Menurut Erdogan, NATO akan menjadi pusat perwakilan organisasi teroris jika kedua negara itu bergabung.

Ankara mengatakan Swedia dan Finlandia melindungi orang-orang terkait dengan kelompok yang disebutnya teroris, tepatnya kelompok bersenjata Partai Buruh Kurdistan (PKK) dan pengikut Fethullah Gulen, yang dituduh menyelenggarakan kudeta 2016.

Media Turki TRT Haber melaporkan Swedia dan Finlandia belum menyetujui pemulangan 33 orang yang diminta Turki.

Selain itu, Erdogan pun menyatakan akan menentang permohonan keanggotaan bagi seluruh pihak yang mengenakan sanksi baginya. Diketahui Swedia dan Finlandia memberlakukan embargo ekspor senjata terhadap Turki setelah serangannya ke Suriah pada 2019. 

NATO dan Amerika Serikat (AS) mengaku yakin Turki tidak akan menahan pengajuan keanggotaan Finlandia dan Swedia.

Para diplomat mengatakan Erdogan akan berada di bawah tekanan untuk menyerah mengingat Finlandia dan Swedia akan sangat memperkuat NATO di Laut Baltik.

 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar