#ptm#tatapmuka#covid-19

Epidemiolog Sarankan PTM Ditunda

( kata)
Epidemiolog Sarankan PTM Ditunda
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM). Antara


Jakarta (Lampost.co) -- Mudik Lebaran berpotensi meningkatan kasus covid-19. Hal itu mengkhawatirkan, pasalnya tak lama berselang rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bakal dilakukan, tepatnya pada Juli 2021. 
 
"Baiknya ditunda dulu (PTM terbatas)," kata Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria, Rabu, 12 Mei 2021.

Baca: Epidemiolog Minta Pemerintah Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran


 
Dia menyebut kenaikan kasus penyebaran virus korona setelah lebaran harus diantisipasi dan dicermati. Sebab, dampaknya akan berpengaruh terhadap PTM terbatas.

"Kalau dampaknya ke pembukaan sekolah tentu saja akan terdampak jika memang kasusnya naik, atau angka kematiannya naik," lanjutnya.
  
Sebelumnya, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memprediksi ada lonjakan kasus covid-19 usai Lebaran. Dia menyarankan pemerintah siaga mengantisipasi kemungkinan 'tsunami' covid-19.
 
Pandu menuturkan lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di sejumlah provinsi bukan lagi sekadar alarm. Tapi, harus bersiap untuk kemungkinan kondisi yang lebih buruk ke depannya akibat peningkatan kasus covid-19.
 
Menurut dia, Indonesia hanya tinggal menunggu giliran akan mengalami tsunami covid-19. Beberapa negara di dunia sudah mengalami lonjakan kasus signifikan.
 
"Ini bukan alarm, kita harus siap siaga semua negara sudah mengalami lonjakan kok. Malaysia sudah, Thailand sudah, kan tinggal sebentar lagi Indonesia, kan tinggal nunggu giliran dari India terus negara tetangganya Nepal, Bangladesh, Malaysia, Thailand, nah Indonesia ini sebentar lagi habis lebaran ya kita siap-siap," ujar Pandu.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar