#campak#sebarancepat

Epidemiolog Ingatkan Penularan Campak Lebih Cepat dari Covid-19

( kata)
Epidemiolog Ingatkan Penularan Campak Lebih Cepat dari Covid-19
Gejala penyakit campak seperti demam flu dan batuk disertai ruam di kulit. (Ilustrasi/Aladokter)


Jakarta (Lampost.co)--Sebaran penyakit campak ternyata lebih cepat dibandingkan Covid-19. Tanpa imunisasi atau vaksinasi, penyakit measles ini memiliki potensi keparahan yang lebih tinggi, jelas Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Laura Navika Yamani.

"Campak atau measles merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan, dengan daya tular tinggi. Measles memiliki daya tular tinggi jika dibandingkan dengan covid dan saat ini mungkin measles atau campak dengan daya tular tertinggi dibandingkan dengan penyakit infeksi lain," ujarnya, Selasa, 24 Januari 2023.

Penyakit ini biasanya banyak menyerang anak-anak, dengan risiko fatal tinggi lewat gejala diare, radang paru (pneumonia), radang otak, kebutaan, gizi buruk, hingga kematian. Akan tetapi campak bisa diantisipasi melalui pemberian vaksin MR dan sejauh ini vaksin MR menjadi imunisasi dasar lengkap program nasional di Indonesia.

"Tujuan imunisasi dasar lengkap karena kasus masih ada di Indonesia dan supaya anak-anak kita memiliki kekebalan tubuh terhadap campak. Sehingga goal utamanya adalah tidak hanya eliminasi kasus campak di Indonesia tetapi juga mendukung eradikasi measles/ campak di global," jelasnya.

Lantas dengan meningkatnya kasus campak saat ini, Laura menyebut bahwa penyebab utama yakni tidak tercapainya target imunisasi pada masa pandemi. Imunisasi campak tidak menjadi prioritas dan bahkan cakupannya sangat rendah.

"Imunisasi campak selama covid-19 tidak menjadi prioritas dan cakupannya menjadi rendah tidak sesuai dengan target. Sedangkan kasus campak masih ada di masyarakat kita. Saat ini angka kasus ini meningkat sebesar 32 kali lipat. Penyebabnya adalah cakupan imunisasi campak yang tidak sesuai target dalam kurun 2020-2022," tandasnya.(MI)

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar