#Covid-19Indonesia

Epidemiolog Beberkan Cara Efektif Hadapi Varian Mu

( kata)
Epidemiolog Beberkan Cara Efektif Hadapi Varian Mu
Ilustrasi/Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Munculnya varian Mu atau B.1.621 harus diantisipasi. Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut ada sejumlah cara yang dapat dilakukan mencegah covid-19 Varian Mu.

 

"Disiplin protokol kesehatan, vaksinasi serta penerapan tracing, testing, dan treatment (3T) tetap menjadi solusi efektif untuk mencegah penularan covid-19 varian baru ini," kata Dicky seperti dikutip dari Media Indonesia, Senin, 27 September 2021.

Tak hanya itu, protokol kesehatan 5M memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi harus diterapkan. Dicky menyebut, reaksi, respons, dan strategi masih sama.

"Yaitu 3T (testing, tracing, treatment), 5M, dan vaksinasi,” sebut Dicky.

Varian Mu yang dikategorikan sebagai varian yang diwaspadai oleh WHO, menurutnya hal ini karena varian Mu lebih cepat menular. Pasalnya, dalam kurun waktu 9 bulan sejak ditemukan pertama kali pada Januari 2021 di Kolombia, sudah terdeteksi di 43 negara.

Di sisi lain, Dicky mengatakan penyebaran varian Mu di antara kasus covid-19 di dunia masih berada di bawah 0,1%. Terkait varian Mu yang diduga kebal terhadap vaksin, Dicky mengungkapkan varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin dan antibodi.

Penyintas covid-19 tetap berpotensi terinfeksi varian Mu sehingga masyarakat yang terinfeksi varian Delta atau terinfeksi Alpa tetap bisa terinfeksi dengan Mu. Solusinya, dia mendukung langkah pemerintah memperketat pintu masuk negara.

Menurutnya, bagi warga yang masuk ke Indonesia tidak cukup hanya menunjukkan hasil tes negatif covid-19, namun juga karantina. “Karantina efektif selama tujuh hari bagi yang sudah divaksin lengkap dengan vaksin yang efektif misal messenger RNA, kemudian tesnya negatif. Kalau yang belum vaksin lengkap karantina 14 hari, kemudian tesnya negatif,” paparnya.

Meski varian Mu belum terdeteksi di Indonesia, namun masyarakat harus tetap waspada. Pasalnya, virus Corona terus bermutasi dan memunculkan varian baru. Tetap perketat dan disiplin prokes 5M, ikuti vaksinasi agar pandemi covid-19 segera berakhir.

Winarko







Berita Terkait



Komentar