#hukum#pinjol

Enam Warga Lampung Lapor Diteror Pinjaman Online

( kata)
Enam Warga Lampung Lapor Diteror Pinjaman <i>Online</i>
Ilustrasi: Dok MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak enam warga melapor ke Polda Lampung terkait teror dari penagih pinjaman online (pinjol) yang sering meresahkan.

Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Arie Rachman Nafirin mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut agar korban tidak terus bertambah dan pelaku segera tertangkap.

"Sampai hari ini sudah ada enam korban yang melaporkan ke Polda Lampung terkait pinjaman online," katanya, Senin, 18 Oktober 2021.

Arie menuturkan keenam korban tersebut merupakan korban perusahaan yang berbeda. Menurutnya, semua perusahaan tersebut adalah perusahan gelap atau ilegal.

"Lokasinya di luar Lampung semua. Kami juga sudah minta bantuan Polresta setempat untuk mengecek lokasi itu ternyata gak ada lokasi itu. Tetapi, kami tetap melakukan penyelidikan," ujar Arie.

Baca juga: Namanya Dicatut Pinjol, Nunik Koordinasi dengan OJK dan Polda Lampung

Ia melanjutkan korban rata-rata mengalami kerugian dari satu sampai puluhan juta rupiah akibat pinjol. Sebab bunganya terus bertambah dan jika tidak dibayar akan selalu diteror.

"Modusnya misalnya minjam uang Rp 1 juta tapi yang dikirim tidak sampai Rp 1 juta dan bunganya 10 sampai 20 persen. Korban pernah bertemu hanya mengirim identitas seperti KTP, foto, nomor telepon, surat izin mengakses. Para korban baru sekali melakukan pinjaman online itu," kata Arie.

Ia berharap para korban tidak takut dengan ancaman pihak-pihak yang melakukan pinjaman online. Arie berharap para korban segera melaporkan ke polisi.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar