#KPK#Korupsi#Suap#ZumiZola#Gubernur#Jambi

Enam Saksi Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Suap Zumi Zola

( kata)
Enam Saksi Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Suap Zumi Zola
Enam saksi diambil sumpahnya dalam sidang lanjutan suap dan gratifikasi Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola di PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). (MI/M Taufan SP Bustan)

JAKARTA (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan enam saksi dalam sidang lanjutan perkara suap dan gratifikasi yang dilakukan Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Enam saksi yang dihadirkan terdiri dari lima orang unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan satu saksi lainnya dari Sekretariat DPRD Provinsi Jambi.

Mereka adalah Plt Dinas PUPR Arfan, Asisten III Bidang Adminitrasi Umum Zainudin, Staf Dinas PU Bina Marga Rini Angraeni, Honorer Dinas PU Bina Marga Chandra Saputra, Kepala Seksi Pembangunan Bidang Bina Marga, dan Sekretaris DPRD Provinsi Jambi Eni Nupisah.

"Kami masih ingin mengorek pengetahuan saksi terkait suap dari dinas ke DPRD," ungkap JPU KPK Iskandar Nurwanto, sebelum sidang.

JPU masih fokus membahas suap yang terjadi pascaketok palu APBD-P tahun anggaran 2017 hingga 2018 yang diberikan Dinas PUPR kepada anggota di DPRD Provinsi Jambi.

Selain saksi ini, masih akan ada sekitar 50-an saksi dihadirkan JPU. Dalam sidang sebelumnya, JPU KPK mendakwa Zumi Zola menerima gratifikasi senilai Rp40,44 miliar dan US$177.300 dari para rekanan penggarap proyek di Pemprov Jambi.

Mereka adalah Plt Kepala Dinas PUPR Arfan, Apif, dan Asrul Pandapotan Sihotang. Apif dan Asrul merupakan mantan bendahara dalam tim kampanye Zumi saat maju dalam Pemilihan Gubernur Jambi.

Selain itu, KPU juga mendakwa Zumi menyuap Anggota DPRD Provinsi Jambi dengan uang sekitar Rp200-250 juta per anggota.

Uang tunai itu pun, disebutkan JPU untuk mengesahkan R-APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018.

 

 

MI



Berita Terkait



Komentar