#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

Enam Saksi akan Dihadirkan dalam Sidang Pembuktian Kasus Suap Andi Desfiandi

( kata)
Enam Saksi akan Dihadirkan dalam Sidang Pembuktian Kasus Suap Andi Desfiandi
Resmen Khadafi, pengacara Andi Desfiandi saat diwawancarai usai sidang dakwaan. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK bakal menghadirkan enam saksi dalam persidangan Andi Desfiandi atas kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri masuk Universitas Lampung (Unila) tahun 2022.

Sidang tersebut akan berlangsung pada Rabu, 16 November 2022 mendatang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang. Dengan agenda sidang pembuktian mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Penasehat Hukum Andi, Resmen Khadafi mengatakan kondisi sang klien dalam keadaan sehat sehingga bisa dipastikan kembali menghadiri langsung agenda sidang pembuktian dari keterangan saksi pekan ini.

"Kondisi fisik, alhamdulillah sehat. Pasti siap (menjalani sidang pembuktian), sangat siap," ujarnya, Senin, 14 November 2022.

Baca juga: Berkas Korupsi Dana BOS Ponpes di Pesawaran segera Lengkap

Resmen melanjutkan, besar kemungkinan JPU KPK bakal menghadirikan saksi hingga enam orang. Meski demikian, dirinya hingga kini belum dapat memastikan masing-masing identitas saksi tersebut.

"Sampai sekarang, kami belum menerima kiriman dari JPU. Identitasnya belum dikirim siapa saja yang akan dihadirkan. Ini sudah kami tanyakan (ke JPU) belum direspon," katanya.

Sebagaimana telah disampaikan JPU KPK pembuktian tersebut bakal menghadiri sebanyak 21 saksi dengan jadwal persidangan sekitar 6 kali pertemuan sidang.

"Tidak semua saksi dihadirkan. Kalau 21 dibagi 6 (pertemuan sidang), ya kurang lebih satu kali sidang ada sekitar 3 sampai 5 saksi dihadirkan satu kali pertemuan," katanya.

Sementara itu, Jaksa KPK Adi Satrio Wibowo mengatakan saksi yang dihadirkan terkait tentang penerimaan mahasiswa baru dan Universitas Lampung (Unila).

 "Saksi belum kami tentukan yang pasti terkait dengan Unila dan penerimaan itu," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar