#pembalakanliar#beritalampung

Enam Pembalak Liar Hutan Register 21 Ditangkap

( kata)
Enam Pembalak Liar Hutan Register 21 Ditangkap
Kayu sonokeling yang disita petugas dari kasus pembalakan liar. Dok


Pringsewu (Lampost.co) -- Sebanyak enam pelaku pembalakan liar kayu sonokeling terlarang jenis sonokeling ditangkap polisi kehutanan di Pekon Pardasuka Kecamatan Pardasuka, Pringsewu. 

Keenam tersangka adalah D (45), A (31) dan S (37) warga Pekon Kedaung, Kecamatan Pardasuka, J (42) warga Pekon Pardasuka kecamatan Pardasuka, E (26) warga Pekon Fajar Baru Pagelaran Utara dan MB alias Beni (41) warga kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung. 

"Mereka diduga kuat mengambil kayu sonokeling dari hutan kawasan register 21," kata Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, Kamis, 22 Juli 2021.

Menurut dia, keenam tersangka diamankan di dua lokasi terpisah, yaitu Jalan Umum Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka dan di Bandar Lampung.

Dalam penangkapan, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit truk engkel warna merah berisi kayu sonokeling berbagai ukuran sebanyak 88 batang dan satu unit Mitsubishi lancer untuk mengawal proses pengiriman barang dari Pardasuka menuju Bandar Lampung.

“Mereka diduga mengambil kayu sonokeling dari hutan register 21 Rintian Batu, Pekon Kedaung, Pardasuka Kabupaten Pringsewu," kata kasat Reskrim Feabo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kayu ilegal itu milik D dan A yang menebang langsung dari kawasan hutan register 21 sejak Mei 2021. Kemudian dibeli J dan S seharga Rp7 juta per kubik.

Kemudian J dan S menjualnya kembali kepada Beni seharga Rp9 juta per kubik. Kemudian tersangka E mengangkut kayu menggunakan truk atas perintah tersangka Beni.

Atas tindakan itu, tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp500 juta dan maksimal Rp2,5 miliar.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar