#narkoba#tanggamus

Enam Pelaku Penyahgunaan Narkoba Dibekuk Berurutan

( kata)
Enam Pelaku Penyahgunaan Narkoba Dibekuk Berurutan
Barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh Satresnarkoba dari 6 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba

Kotaagung (Lampost.co) -- Enam terduga penyalahguna narkoba diringkus oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Selasa, 4 Februari 2020.

Keenam terduga pelaku ini berinsial B (38) dan ED (37) warga Kelurahan Baros, RS (28) dan AW (28) warga Pekon Negeri Ratu serta MR (26) dan RD (39) warga Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung.

Menurut keterangan Kasatresnarkoba AKP Hendra Gunawan, penangkapan para pelaku berawal dari informasi bahwa terdapat salah satu oknum honorer DPRD Tanggamus warga Kelurahan Baros yang sering mengonsumsi sabu.

Pihak Satresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap B di kediamannya. Polisi mengembangkan untuk mengetahui enyedia barang terlarang tersebut. Dari penuturan pelaku, berhasil di ciduk 5 pelaku lainnya yang ditangkap di 3 lokasi berbeda.

"Setelah menangkap B lalu kami lakukan pengembangan dan berhasil menangkap 5 pelaku terduga penyalahguna sabu lainnya," kata AKP Hendra Gunawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Turut didapatkan sejumlah barang bukti berupa puluhan paket hemat Narkoba jenis Sabu seberat 10 gram, alat pakai sabu serta sejumlah handphone dari tangan para pelaku.

Kasat Narkoba menjelaskan, jika oknum honorer ini hanya berperan sebagai pembeli atau pengkonsumsi sabu. "Klasifikasi untuk B sendiri adalah pembeli, lalu kita kembangkan terus keatasnya," katanya.

Kini para terduga masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang penyidikan Satresnarkoba Polres Tanggamus. Terhadap para terduga dapat dijerat pasal 112, 114 dan 127 UU Nomor 35 Tahun 2009.

Berdasarkan pengakuan B, dirinya mendapatkan barang terlarang ini dengan membeli kepada RS seharga Rp150 ribu. Barang yang dibelinya ini kemudian dia pakai sendiri di dalam rumahnya. "Belinya kemarin sore, lalu saya pakai saat malam hari," ujarnya.

Sementara RS mengaku jika berhasil mendapatkan sabu dari temannya di Bandarlampung. Barang yang ia beli senilai Rp4 juta yang kemudian ia pecah menjadi paket hemat Rp150 ribu.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar