#Pilkada#BandarLampung

Enam Daerah Tak Capai Target Nasional Partisipasi Masyarakat, KPU Lampung bakal Evaluasi

( kata)
Enam Daerah Tak Capai Target Nasional Partisipasi Masyarakat, KPU Lampung bakal Evaluasi
Komisioner KPU Lampung Antonius Cahyalana/Lampost/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Enam dari delapan kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020 dinilai tak mencapai target nasional partisipasi masyarakat sebesar 77,5 persen. 

Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat KPU Lampung Antonius Cahyalana mengatakan, enam daerah tersebut adalah Kabupaten Pesawaran dengan angka partisipasi masyarakat sebesar 72,59 persen, Waykanan 75,83 persen, dan Lampung Timur 70,38 persen. Itu berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga Survei Rakata Institute. 

"Ada tiga daerah dengan partisipasi di bawah 70 persen. Terendah Bandar Lampung 69,98 persen," kata Antonius di kantor KPU Lampung, Kamis, 10 Desember 2020. 

Kemudian, berdasarkan desk Pilkada Kesbangpol daerah masing-masing, angka partisipasi masyarakat di Lampung Tengah 68,59 persen, dan terakhir Lampung Selatan 62,95 persen. 

Hanya ada dua daerah yang melampaui target tersebut, yakni Kota Metro dan Kabupaten Pesisir Barat. 

"Kota Metro partisipasi masyarakatnya sebesar 84,93 persen versi desk Pilkada Kesbangpol dan Pesisir Barat 83,56 persen versi Situng Bawaslu," jelas dia.

Antonius menggaris bawahi, angka ini masih berdasarkan hitung cepat, bukan hasil resmi yang dikeluarkan KPU. Proses penghitungan versi KPU masih berjalan di tingkat PPS ke PPK, baru ke kabupaten/kota. 

"Baru akan tahu siapa pemenang dan tingkat partisipasinya. Namun gambarannya bisa dilihat beberapa lembaga survei dan desk Pilkada yang melakukan hitung cepat," kata dia. 

Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan evaluasi mengapa target nasional tidak bisa tercapai di enam daerah, padahal ada dua daerah yang mampu melampaui target. 

"Kami evaluasi kenapa tidak tercapai, padahal di daerah lain bisa. Apakah karena kondisi Pilkada saat ini di tengah pandemi jadi masyarakat banyak khawatir atau karena kurang pencerahan dan benar-benar takut datang ke TPS?," pungkas Antonius.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar