#covid-19#jokowi

Enam Arahan Jokowi Terkait Penanganan Covid-19

( kata)
Enam Arahan Jokowi Terkait Penanganan Covid-19
dok Lampost.co

Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo memberi enam arahan dalam menangani pandemi virus korona (covid-19). Seluruh unsur gugus tugas percepatan penanganan korona, pemerintah pusat, dan daerah harus solid melaksanakannya.
 
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto mengatakan arahan pertama yakni memperbanyak pengujian sampel korona. Selain itu, pelacakan dugaan kontak pasien positif harus dilakukan dengan agresif.
 
“Ini menjadi penting dan di sini letak kerja sama dibutuhkan sehingga kita tahu pasti siapa yang punya risiko tertular penyakit ini,” kata Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Sabtu 18 April 2020.

Arahan selanjutnya yakni masyarakat perlu menggunakan teknologi untuk konsultasi seputar korona. Yuri menyebut sudah banyak layanan telemedis yang bisa digunakan.
 
“Langkah ini dapat mengurangi kunjungan ke rumah sakit dan mengurangi risiko terjadi penularan di rumah sakit,” terang dia.
 
Yuri mengatakan arahan ketiga yakni efektif dalam berkomunikasi. Seluruh langkah pencegahan dan penanganan perlu dijalankan dalam satu persepsi.
 
Selain itu, kata Yuri, pemerintah menyadari penyebaran hoaks korona telah meresahkan publik. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama agar hal itu tak terjadi lagi.
 
“Kelima, semua berusaha dan melakukan upaya untuk memastikan jaminan arus logistik dengan lancar,” tutur Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu.
 
Enam Arahan Jokowi Terkait Korona
 

Arahan terakhir adalah memastikan stimulus ekonomi Rp405,1 triliun harus tepat sasaran. Yuri mengatakan suntikan dana itu ditujukan untuk memutus rantai penyebaran korona.
 
“Ini bukan pekerjaan kecil. Yang bisa dilakukan adalah mari kita sama-sama mematuhi, sama-sama disiplin,” ungkap Yuri.

Medcom



Berita Terkait



Komentar