#feature#jembatanpenyebrangan#underpass#beritalampung

Enak Kali Ya kalau Ada Jembatan Penyeberangan

( kata)
Enak Kali Ya kalau Ada Jembatan Penyeberangan
Para siswa SMPN 22 menyeberang jalan di dekat Underpass Unila. (Foto:Lampost/Deta Citrawan)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Berbondong-bondong anak berpakaian batik cokelat keluar dari gedung sekolah berwarna hijau yang berada di Jalan ZA Pagaralam, tepatnya di samping jalan bawah tanah (underpass), Jumat (1/2/2019), sekitar pukul 11.30.

Mereka merupakan siswa siswi SMPN 22 Bandar Lampung yang bubar sekolah. Secara berkelompok siswa-siswi itu berjalan dengan hati-hati di tepian jalan hendak menyeberang sambil menunggu kendaraan yang berlalu lalang.

Ada yang begitu sampai di gerbang langsung naik ke dalam mobil kendaraan umum yang sudah stanby di depan sekolah menuju ke Rajabasa. Namun, yang menuju ke Tanjungkarang dan sekitarnya harus menyeberang jalan ke pintu masuk underpass, tepatnya di depan Museum Lampung.  

Para siswa ini harus hati-hati saat menyeberang di dekat underpass Unila ini. (Foto: Lampost/Deta Citrawan)

Dengan mengacungkan telapak tangan kanan sebagai isyarat kepada pengendara agar diberi jalan menyeberang.

Nyeberang dulu kalau mau naik angkot, kan angkotnya di depan Museum. Biasanya ya kayak gini, mau nyeberang lewat underpass, mobil-motor suka ngebut, kalau enggak hati-hati bisa bahaya,” ujar Rina, siswi kelas VII SMPN22 Bandar Lampung itu.

“Mungkin kalau ada jembatan buat nyeberang enak kali ya, aman mau nyeberang enggak takut sama mobil-motor yang lewat underpass,” lanjutnya.  

Sementara itu, Nardi, warga setempat, menerangkan setiap harinya siswa-siswi dan warga juga melakukan hal serupa, menyeberangi jalan untuk sampai di sisi lainnya.

“Ya, harus hati-hati juga karena mobil atau motor ramai di sini, takutnya nanti ada apa-apa kalau enggak hati-hati waktu nyeberang,” kata dia.

Deta Citrawan*

Berita Terkait

Komentar