#ramadan#puasa

Empat Titik Pemantauan di Lampung Tak Melihat Hilal

( kata)
Empat Titik Pemantauan di Lampung Tak Melihat Hilal
Pemantauan hilal di kampus Itera. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak empat titik pemantauan hilal yang berada di Lampung tidak terlihat sampai matahari terbenam pada pukul 18.15 WIB. Keempat titik itu di Kecamatan Krui Pesisir Barat, Kecamatan Lemong perbatasan Bengkulu, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, dan Kampus Itera.

"Rata-rata ketinggian hilal di empat titik hanya dua derajat di atas ufuk, jadi setelah matahari terbenam saat itu hilal terlihat di atas ufuk itu," kata Badan Hisab Kemenag Kanwil Lampung, Lemra Horizon, Jumat, 1 April 2022.

Baca juga: Pemerintah Putuskan 1 Ramadan Jatuh 3 April 2022

Ia menambahkan, pihaknya berpatokan dari kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama (NU) yang menyebut ketinggian hilal awal Ramadan 1443 H minimal 3 derajat.

"Sudah dipastikan tidak terlihat (hilal)," tambahnya.

Lemra pun sudah memastikan dari keempat titik di Lampung tidak terlihat, tetapi menurutnya untuk daerah lain belum tentu tidak terlihat.

"Makanya kita nunggu dari seluruh Indonesia itu, kalau ada yang melihat 1 saja besok dipastikan puasa," ujarnya.

Terpisah, Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Robiatul Muztaba mengatakan Itera yang merupakan salah satu titik pemantauan hilal di Provinsi Lampung, menggunakan teleskop canggih OZT-ATLS untuk memantau hilal.

"Kita sudah pakai teleskop ini, tapi karena ketinggian hilal hanya ketinggian 1,3 derajat jadi cukup sulit," jelasnya.

Ia mengatakan akan melakukan pemantauan besok terkait kemunculan hilal, yang tujuannya memastikan kalau hari Minggu nanti sudah mulai masuk bulan Ramadan.

"Khusus besok kita akan melakukan pengamatan dari bentuk bulan sabit hilal," ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar