#amerikaserikat #joebiden #donaldtrump #pilpresas2020

Empat Skenario Hasil Pilpres AS 2020

( kata)
Empat Skenario Hasil Pilpres AS 2020
Joe Biden dan Donald Trump menjalani penentuan pertarungan mereka dalam Pilpres AS 2020. AFP


Washington (Lampost.co) -- Nasib Donald Trump dan Joe Biden dalam Pemilu Presiden AS ditentukan pada 3 November 2020 hari ini waktu Amerika Serikat. Ada empat skenario yang bisa diperkirakan dari hasil Pilpres AS 2020 ini. 

Melihat polling yang terus menunjukkan Biden yang memimpin dari Trump bisa diperkirakan apa yang akan terjadi. Berdasarkan electoral college vote, kedua capres harus meraih 270 electoral vote

Tetapi yang terpenting, Negara Bagian Maine dan Nebraska electoral vote dibagi. Di Maine, dua dari empat electoral vote atau suara elektoral jatuh ke tangan pemenang di seluruh negara bagian dan satu suara elektoral jatuh ke tangan pemenang di masing-masing dari dua distrik kongres.

Sedangkan di Nebraska, dua dari lima suara elektoral jatuh ke tangan pemenang suara di seluruh negara bagian. Satu electoral vote jatuh ke tangan pemenang di masing-masing dari tiga distrik kongres Nebraska.

Ada empat skenario hasil Pilpres AS yang diungkap The New York Times. Skenario itu menyebutkan perkiraan Biden yang sudah memegang dukungan awal electoral vote mencapai 212 dan Donald Trump memegang 125 suara. Tentunya tiap capres memerlukan 270 electoral vote untuk memenangkan pemilu.

Tercatat ada negara bagian penting dalam pertarungan kali ini. Pertama adalah battleground state atau negara bagian yang diperebutkan karena negara bagian ini adalah swing state yang belum menentukan pilihan. Negara bagian itu adalah Florida, Georgia, Iowa, Maine distrik kedua, North Carolina, Ohio, dan Texas. Electoral vote dari negara bagian yang belum menentukan pilihannya ini mencapai 123.

Sementara ada lagi wilayah yang condong ke Demokrat yang bisa menguntungkan Biden tetapi belum sepenuhnya memilih ke Biden. Negara bagian ini, antara lain Arizona, Michigan, Minnesota, Nebraska distrik kedua, Nevada, New Hampshire, Pennsylvania, dan Wisconsin. Adapun jumlah suara dari wilayah yang condong ke Demokrat ini mencapai 78 electoral vote.

Berdasarkan margin Pilpres 2016, dapat diperkirakan empat skenario hasil, antara lain:

1. Hasil mengulangi Pilpres 2016

Jika mengikuti hasil Pilpres 2016, Biden harus waspada di mana Trump menyapu di saat-saat akhir.

Para pemilih kulit putih meluncur ke arah Tuan Trump pada akhirnya dan dia mengumpulkan cukup dukungan untuk menang di cukup banyak negara bagian. Trump hanya kehilangan Michigan dari peta perlombaan 2016.

Pada skenario ini jika mengikuti hasil pilpres 2016, Trump bisa memenangkan 290 electoral vote. Dari 125 electoral vote, Trump menambah suara dari Florida, Texas, Ohio, North Carolina, Iowa, Georgia, Maine distrik kedua. Ditambah Arizona, Wisconsin, Nebraska distrik kedua, dan Pennsylvania.

Melalui skenario ini Joe Biden hanya menerima 248 electoral vote.

2. Trump habis-habisan

Melalui skenario ini, perebutan putus asa dan sukses bisa dilakukan Trump. Pada 2016, Trump kehilangan pijakan yang signifikan dari beberapa negara bagian kunci.

Tetapi kemudian Trump habis-habisan membuang cukup uang melakukan kampanye ke negara-negara bagian kecil di mana dia kalah dari Hillary Clinton. Pada akhirnya Trump meraih kemenangan sangat kecil di electoral college vote.

Berdasarkan skenario ini, Trump bisa menang di Florida, Georgia, Iowa, Maine distrik kedua, North Carolina, Ohio, dan Texas. Namun, dengan tambahan suara dari Arizona, Nevada dan Nebraska distrik kedua, Trump bisa menang dengan suara sangat tipis. Melalui skenario ini, Trump menang dengan suara tepat 270 electoral vote. Sedangkan Biden hanya berbeda tipis 268 suara.

3. Joe Biden menang suara condong ke Demokrat

Melihat hasil pilpres AS melalui skenario ini, membuahkan keuntungan untuk Joe Biden.

Kemenangan ketat di negara yang terpolarisasi. Berdasarkan skenario ini Biden menggabungkan dukungan kuat dari pemilih kulit putih hingga jumlah pemilih yang kuat di antara pemilih kulit berwarna. Meskipun di saat Trump berpegang pada basis suaranya sendiri.

Dengan meraih suara dari negara bagian Arizona, Michigan, Minnesota, Nebraska distrik kedua, Nevada, New Hampshire, Pennsylvania, dan Wisconsin, Biden bisa memimpin cukup jauh dari Trump. Lewat skenario ini, Biden bisa memenangkan Pemilu Presiden AS dengan 290 electoral vote. Sementara Trump hanya meraih 248 electoral vote.

4. Biden mendominasi

Tak diragukan lagi inilah skenario yang diinginkan Partai Demokrat sebagai pengusung Joe Biden. Dominasi suara dari Biden sudah pasti kemenangan Partai Demokrat sekaligus membalas kekalahan Hillary Clinton pada Pilpres 2016.

Melalui skenario ini, seluruh suara battleground state kecuali Texas masuk ke Biden. Sementara seluruh suara condong Demokrat akhirnya menentukan pilihannya kepada Biden. Dengan skenario ini, Joe Biden bisa menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat dengan 375 electoral vote. Sementara Trump hanya akan meraih 163 electoral vote.

Tetapi pada intinya dalam semua skenario yang mungkin, Trump harus memenangkan beberapa negara bagian yang saat ini condong ke arah Biden untuk mencapai 270 electoral vote. Namun Trump bisa kehilangan dukungan dari beberapa negara bagian yang dimenangkannya pada 2016, tetapi masih memenangkan masa jabatan kedua.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar