#teroris#narapidana

Empat Napi Terorisme Jaringan JAD Lampung Ikrar Setia NKRI

( kata)
Empat Napi Terorisme Jaringan JAD Lampung Ikrar Setia NKRI
Keempat napi terorisme jaringan JAD Lampung membacakan ikrar setia NKRI. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak empat narapidana tindak pidana terorisme jaringan JAD Lampung menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lembaga Pemasarakatan Kelas IA Bandar Lampung, Selasa, 28 September 2021.

Keempat napi tersebut tiga dari Lapas kelas IA Bandar Lampung, Yudhistira, M Rifki Montazeri, Indra Utama, serta napi Kelas II A metro, Awal Septo Hadi.

Sebelum mengucapkan ikrar setia pada NKRI, keempat narapidana terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bagian wujud cinta Tanah Air.

Secara bergiliran keempat napi itu membacakan ikrar yang berbunyi:

1. Saya berjanji untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akan melindungi segenap tanah air Indonesia dari segala tindakan-tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan Indonesia,

2. Saya melepas baiat saya terhadap pemimpin / amir ISIS yaitu Abu Bakar Al-Baghdadi, maupun yang menggantikanya yaitu Ibrahim Al-Hasyimi Al-Ouraishi dan atau pemimpin / amir Organisasi Jihadis Radikal lainya:

3. Saya menyesali kesalahan saya yang telah saya lakukan dan saya tidak akan bergabung dengan Amir Kelompok Teroris lainya yang terlibat dan menyetujui asi teror dimanapun di dunia ini.

"Pernyataan ini saya sampaikan bukan karena saya berda dalam tekanan ataupun paksaan dari pihak manapun tetapi karena saya telah menyadari bahwa Pancasila dan UUD 1945 tidak bertentangan dengan Islam dan pemahaman agama yang saya yakini, serta dapat saya pertanggungjawabkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan NKRI," ikrar mereka.

Selanjutnya, mereka memberi hormat dan mencium bendera merah putih.

Plt Kanwil Kemenkumham Lampung Iwan Santoso mengatakan, pengucapan Ikrar NKRI merupakan bentuk implementasi hasil program deradikalisasi, yaitu sebagai pengikat tekad dan semangat, serta penegasan untuk bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

“Ikrar ini merupakan langkah pembinaan agar para napi dapat kembali membela NKRI,” katanya.

Selain itu, pengucapan ikrar ini juga syarat bagi narapidana tindak pidana terorisme apabila dikemudian hari mengajukan pembebasan bersyarat, menjelang bebas dan program lainnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar