#bencanaalam#banjir#longsor#beritapesawaran

Empat Kecamatan di Pesawaran Dipetakan Rawan Bencana

( kata)
Empat Kecamatan di Pesawaran Dipetakan Rawan Bencana
Ilustrasi. Foto: Google Images


Pesawaran (Lampost.co): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran telah memetakan wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi bencana banjir maupun tanah longsor saat musim penghujan saat ini.

Kepala BPBD Pesawaran Mustari mengatakan saat ini ada 4 kecamatan di wilayah Pesawaran yang berpotensi terjadi bencana banjir, seperti di Kecamatan Way Lima, Kedondong, Way Khilau, dan Padangcermin.

"Empat kecamatan tersebut memiliki potensi banjir, karena kita ketahui disana ada sungai yang sering meluap. Namun, saat ini Pemkab Pesawaran telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi terjadi banjir seperti normalisasi sungai yang ada di 4 kecamatan tersebut," ujarnya, Selasa, 24 November 2020.

Sementara untuk di daerah pesisir, lanjutnya, berpotensi terjadinya bencana banjir rob dan juga banjir dari sungai. "Selain itu tebing di daerah pesisir itu juga ada beberapa titik yang rawan longsor dan kami sudah memberikan informasi tersebut kepada para camat agar ditindak lanjuti kepada para kades. Agar masyarakat lebih berhati-hati melewati lokasi tebing saat hujan," kata dia.

Mustari mengatakan selain memetakan lokasi rawan bencana, BPBD juga telah membentuk posko bencana di setiap kecamatan dengan melibatkan seluruh unsur.

"Jadi kita juga ada relawan di setiap desa, yang bertugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat apabila ada hal yang urgent, sehingga dapat meminimalisir korban jiwa ketika bencana terjadi," paparnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga aliran sungai serta gorong-gorong agar tidak tersumbat sampah untuk mengurangi potensi banjir di musim penghujan saat ini.

"Intinya lebih ditingkatkan lagi kewaspadaannya. Apalagi ketika intensitas hujan sedang tinggi, karena kita tidak pernah tau kapan bencana terjadi. Kita berdoa saja agar Kabupaten Pesawaran dijauhkan dari segala bentuk bencana," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar