festivalbambubambutubaba

Empat Catatan Penting Pergelaran Festival Bambu Tubaba

( kata)
Empat Catatan Penting Pergelaran Festival Bambu Tubaba
Penutupan Tubaba Internasional Bamboo Festival (TIBF) 2020 di Taman Budaya Uluan Nugrik Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pada Minggu, 8 November 2020, pukul 19.30. wib.


PANARAGAN (Lampost.co) -- Banyak warga Tulangbawang Barat (Tubaba) yang tidak dapat menyaksikan langsung acara penutupan Tubaba Internasional Bamboo Festival (TIBF) 2020 di Taman Budaya Uluan Nugrik Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pada Minggu, 8 November 2020, pukul 19.30. wib.

Pasalnya, panitia penyelenggara membatasi pengujung TIBF sebanyak 150 orang yang menyaksikan paripurnanya TIBF yang berlangsung sejak Jumat, 6 November 2020.

"Jika ini dilaksanakan sebelum pandemi sesuai dengan saat perencanaannya, pasti akan banyak pengunjung yang menyaksikan pagelaran ini. Baru kali ini saya melihat dan mendengar acara sebesar ini dilaksanakan disini," kata Bandarsyah Yusuf, warga kecamatan Tulang Bawang Udik, saat diminta komentarnya usai acara, Senin, 9 November 2020.

Sementara itu, juru bicara panitia penyelenggara, Juanda Hadi Saputra, tidak menyangkal hal tersebut karena sudah menjadi protokol tetap yang harus dilaksankan oleh panitia TIBF dalam penyelenggaraan kegiatan di masa pandemi Covid-19 ini.

"Acara penutupan IBF hanya dapat disaksikan oleh 150 orang saja, itupun pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak selama acara berlangsung, untuk yang di rumah kami persiapakan siaran langsung melalui Yautube," kata Juanda.

Namun demikian, dari pantauan Lampost.co, acara puncak TIBF berjalan dengan meriah dan sukses mendapatkan perhatian dari warga, hadir dalam kesematan tersebut, Bupati Tubaba Umar Ahmad, Wakil Bupati Fauzi Hasan, Ketua DPRD Ponco Nugroho, keluarga Megawati Soekarno Tutri Dr Meta ( Jakarta ), dan para Unsur Forkopimda Pemkab Tubaba.

Saat menutup secara resmi TIBF, Bupati Tubaba Umar Ahmad menyampaikan beberapa catatan penting untuk masyarakat terkait pelaksanaan TIBF yang sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut tersebut.

"Pertama bahwa festival ini tidak hanya sekedar menyajikan sebuah hiburan kepada warga masyarakat Tubaba, tetapi lebih jauh daripada itu adalah mendidik masyarakat karena ruh dari festival ini adalah sebenarnya ingin kita melakukan pendidikan secara besar-besaran terhadap masyarakat. Kedua festival ini juga tidak hanya sekedar festival ini juga akan menjadi titik sekaligus tahapan perjalanan kita semua untuk menuju ke masa depan yang lebih baik lagi dalam kehidupan kita khususnya untuk kehidupan warga masyarakat Tubaba," ujarnya.

"Ketiga festival ini juga sekaligus ujian terhadap orang maupun barang bagaimana kita meningkatkan kualitas orang Tubaba bagaimana kita meningkatkan barang-barang yang akan ada di Tubaba ini sekali lagi ini adalah ujian bagi orang-orang dan barang-barang yang layak ada di Tubaba, Keempat festival ini juga mencerminkan kolaborasi yang sangat baik kolaborasi antara pemerintah daerah pemerintah pusat anak-anak muda dan lain sebagainya," lanjut bupati.

Pada malam penutupan, disajikan pertunjukan sektakuler dari para seniman nasional yang menampilkan karya mereka diantaranya pertujukan seni musik suling dari suku Badui, Lawa Samagama, pertunjukan Senyawa band dari Jogyakerta dan seni kreasi musik Tubaba. Mewakili para seniman dari luar Tubaba, I Gede kresna, memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaran TIBF berskala internasional yang berjalan sukses dan lancar.

"Ini pengakuan dari Evan bukan pengakuan dari saya, bahwa Festival internasional bambu ini adalah salah satu festival terbaik di dunia, terbayar sudah kerja keras anak-anak muda Tubaba di sini," kata Kurator Festival Bambu I. Gede Kresna.

Winarko







Berita Terkait



Komentar