#abk#lampung

Empat ABK KM Barokah Laut Divonis 17 Tahun Penjara

( kata)
Empat ABK KM Barokah Laut Divonis 17 Tahun Penjara
Dok sidang daring di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjungkarang.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas IA Hendri memvonis empat anak buah kapal (ABK) KM Barokah Laut 17 tahun penjara. Mereka terbukti secara sah melanggar Pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana.

Sidang berlangsung secara daring pada Kamis, 16 September 2021. Empat ABK tersebut yakni Heri Susanto, Ahmad Baidowi, Anang, dan Idwan Adhaki. 

Kasi Penkum Kejati Lampung, Andrie W Setiawan menjelaskan, korbannya adalah Caswita, Nakhoda KM Barokah Laut-01 yang dibunuh ketika sedang menggosok gigi di atas kapal. Peristiwa bermula dari terdakwa Heri yang membawa kunci pipa langsung menghampiri dan memukul korban dari arah belakang sebanyak 5 kali.

"Pukulan itu mengenai leher bagian belakang dan kepala bagian atas sehingga korban terjatuh di lantai kapal,"katanya, Jumat, 17 September 2021.

Baca juga: Bajak Laut Asal Tulangbawang Divonis 38 Bulan Penjara

Setelah itu, terdakwa Ahmad Baidowi langsung memukul korban dan menggunakan kaleng tempat cumi sebanyak 4 kali dan mengenai muka bagian depan dan pundak sebelah kanan. 

Ketika korban berusaha untuk duduk, datang terdakwa Idwan langsung memukul korban menggunakan kaleng cumi sebanyak 3 kali dan menggunakan linggis sebanyak 1 kali mengenai pinggang bagian belakang korban.  

"Heri mengikat korban menggunakan tali tambang. Kaki korban diikatkan dengan bandul potong besi yang ada di dalam karung dan korban dilempar ke laut agar langsung tenggelam," ujarnya.

Selanjutnya kapal KM. Barokah Laut-01 dibawa oleh terdakwa Anang Suyanto menuju pesisir laut Seputih Tulangbawang dengan tujuan meninggalkan kapal setelah cumi dan ikan hasil tangkapan kapal terjual.

Meski jenazah korban tidak ditemukan, hakim memvonis didukung alat bukti berupa keterangan saksi-saksi, ahli, surat, petunjuk, dan pengakuan para terdakwa. Jaksa Penuntut Umum dan majelis hakim berkeyakinan telah terjadi pembunuhan berencana yang dilakukan oleh para terdakwa.

Penyebab pembunuhan ini lantaran adanya sakit hati kepada korban yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hingga kini jenazah korban Caswita belum ditemukan.  

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar