#suap#feeproyek#garudaindonesia

Emirsyah Didakwa Menerima Suap Rp46,3 Miliar

( kata)
Emirsyah Didakwa Menerima Suap Rp46,3 Miliar
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Foto: MI/Susanto.

Jakarta (Lampost.co): Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar didakwa menerima suap sebesar Rp46,3 miliar. Hal ini dibacakan jaksa dalam sidang dugaan suap terkait pengadaan proyek di PT Garuda Indonesia.
 
"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yang diancam dengan pidana pokok sejenis, menerima hadiah, menerima uang," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan Yunarwanto saat bersidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 30 Desember 2019.
 
Wawan menyebut Emirsyah menerima suap dari pihak Rolls-Royce Plc, Airbus, Avions de Transport Regional (ATR) melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa milik Soetikno Soedarjo, dan Bombardier Kanada. Suap diberikan karena Emirsyah selaku Dirut Garuda memilih pesawat dari tiga pabrikan dan mesin pesawat dari Rolls Royce.

Perbuatan rasuah ini dilakukan Emirsyah dalam kurun waktu 2009 hingga 2014. Suap terkait Total Care Program (TCP) mesin Rolls Royce (RR) Trent 700, pengadaan pesawat Airbus A330-300/200, pengadaan pesawat Airbus A320 untuk PT Citilink Indonesia, pesawat Bombardier CRJ1.000, dan pengadaan pesawat ATR 72-600
 
Jaksa Wawan mendakwa Emrisyah menerima suap dengan mata uang beragam. Rinciannya yakni melalui mata uang tersebut, yakni Rp 5.859.794.797, USD 884.200 atau setara Rp 12.321.327.000 EUR 1.020.975 atau setara Rp 15.910.363.912 dan SGD 1.189.208 atau setara Rp 12.260.496.638.
 
"Perbuatan tindak pidana itu dilakukan bersama-sama Hadinata Soedigno dan Agus Wahjudo. Mereka telah mengintervensi pengadaan di PT Garuda Indonesia, yaitu pengadaan pesawat," kata Jaksa Wawan.
 
Hadinata dan Agus merupakan anak buah Emirsyah saat menjabat Dirut Garuda. Agus menjabat Executive Project Manager sementara Hadinoto menjabat Direktur Teknik Executive Vice President Engineering.
 
Atas perbuatannya, Emirsyah didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau 11 Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar