#pembalakanliar#beritalampung

Eks Warga Negara Rusia Otak Ilegal Logging di Lampung

( kata)
Eks Warga Negara Rusia Otak Ilegal Logging di Lampung
GC diperiksa petugas. Don KLHK


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera bersama Dinas Kehutanan Lampung, Polda Lampung, dan BKSDA, mengembangkan perkara pembalakan liar (ilegal logging). 

Dalam kasus itu petugas telah menyegel pabrik kayu di Dusun III, Margosari, Desa Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, pada 22 Maret 2021 lalu.

Dalam pengembangannya, petugas kini mengungkap otak dari pembalakan liar itu dengan menangkap pria berinisial GC (52), pada Selasa, 27 Juli, 2021 lalu. 

Ia masuk dalam DPO penyidik KLHK terkait kasus pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Way Waya Register 22, Kabupaten Lampung Tengah dan Pringsewu.

GC adalah warga negara Indonesia yang sebelumnya warga negara Rusia dan tinggal lebih dari 20 tahun di Indonesia. Dia ditangkap di Semarang dan saat ini tengah ditahan di cabang rumah tahanan Polda Jawa Tengah.

Direktur Penegakan Hukum Pidana Ditjen Gakkum, KLHK, Yazid Nurhuda, menyampaikan tersangka GC ditangkap setelah penyelidikan dalam sebulan terakhir.  

"GC ditetapkan tersangka setelah pemeriksaan selama 14 jam oleh penyidik Gakkum KLHK didampingi Korwas PPNS Polda Jateng, di Pos Pelayanan Pengaduan Gakkum, Semarang,” ujar Yazid dalam keterangan resminya, yang diterima Lampost.co, 30 Juli, 2021.

Tersangka dijerat Pasal 78 Ayat 5 Jo. Pasal 50 Ayat 2 Huruf c dan/atau Pasal 78 Ayat 6 Jo. Pasal 50 Ayat 2 Huruf d, Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Jo. Paragraf 4 Kehutanan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat kepada Balai Gakkum Wilayah Sumatera mengenai adanya penumpukan kayu sonokeling di pabrik kayu di Dusun III, Margosari, Desa Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu. 

“Kami mencurigai kayu sonokeling itu diambil dari kawasan Hutan Lindung Way Waya Register 22, yang wilayahnya meliputi Lampung Tengah dan Pringsewu,” paparnya.

Menindaklanjuti laporan itu, pada 22 Maret 2021, tim gabungan melakukan operasi gabungan pengamanan perusakan hutan. Tim mengamankan lima pekerja dan barang bukti kayu sonokeling sebanyak 28,78 batang, 1 unit mesin gergaji pita dan 1 unit mesin gergaji chainsaw. Saat penyidikan, Tim kembali mendapati kayu sonokeling yang diolah sebanyak 12 batang. Dalam kasus itu, petugas mengamankan tersangka NT (37) dan JI (31). 

Kayu sonokeling termasuk dalam Appendix II CITES, yaitu pemanfaatan kayu tidak dapat dilakukan secara bebas dan harus melalui mekanisme perizinan yang ketat. 

Yazid melanjutkan berkas kedua tersangka itu kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung. “Pendalaman kasus ini membawa kami kepada pemodalnya yaitu GC”, tambahnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, mengatakan KLHK berkomitmen menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia dari perusakan dan kepunahan. Penyidik Gakkum KLHK di samping menetapkan GC, JI, dan NT sebagai tersangka, saat ini sedang mendalami keterlibatan koorporasi dalam kasus ini. “Kami akan terus bekerja untuk mengungkap jika ada pelaku-pelaku lain”, ungkap Rasio. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar