#tubaba

Eks Pengikut Khilafatul Muslimin Tubaba Dapat Premi BPJS Gratis Seumur Hidup

( kata)
Eks Pengikut Khilafatul Muslimin Tubaba Dapat Premi BPJS Gratis Seumur Hidup
Ketua Baznas Tubaba Purwanto(kiri) memberikan kartu BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan simbolis kepada tiga eks pengikut yang menjadi perwakilan khilafatul muslimin Kecamatan Lambukibang di Tubaba, Senin, 15 Agustus 2022. (Lampost.co/Ahmad Sobirin)


Panaragan (Lampost.co) -- Sebanyak 21 mantan pengikut organisasi Khilafatul Muslimin di Tulangbawang Barat (Tubaba), mendapatkan pertanggungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan seumur hidup yang ditanggung pembayarannya oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tubaba.

Penyerahan kartu BPJS secara simbolis dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tubaba usai acara pembacaan ikrar setia kepada NKRI di markas kepolisian resor (Mapolres) Tubaba, Panaraganjaya, Senin, 15 Agustus 2022.

Ketua Baznas Tubaba, Purwanto, menegaskan penyerahan kartu BPJS tersebut bukanlah seremonial belaka. Kartu tersebut diserahkan usai pengambilan sumpah setia keluarga Khilafatul Muslimin Kecamatan Lambukibang kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Nantinya akan mendapatkan kartu aslinya dari Puskesmas Lambukibang, tidak perlu bayar, iurannya dibiayai oleh Baznas, yang sudah dewasa mendapatkan dua kartu yakni BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Itu juga iurannya dibiayai oleh pemerintah daerah melalui Baznas," kata Purwanto.

Baca juga: Jemaah Khilafatul Muslimin Bandar Lampung Serahkan Atribut dan Kembali ke Ideologi Pancasila

Diketahui badan koordinasi pengawasan aliran kepercayaan (Bakor Pakem) kabupaten Tubaba, menggelar silaturahmi kebangsaan dan ikrar setia kepada NKRI bagi pengikut/warga khilafatul muslimin di Tubaba.

Kepala Kesbangpol Tubaba, Marwazi, menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka pencabutan bai'at penganut khilafatul muslimin (KM) dengan mengucapkan ikrar kebangsaan sebagai bukti bahwa telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi, mengakui dan setia kepada pemerintahan NKRI, serta sebagai tanda telah dibubarkannya aliran khilafatul muslimin.

"Organisasi Khilafatul Muslimin secara resmi tidak terdaftar di Kemenkumham dan Kesbangpol Tubaba serta telah dinyatakan resmi dibubarkan dan sebagai organisasi keagamaan yang dilarang di Indonesia," ujar Marwazi.

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar