#korupsi#kejaksaan

Eks Kadis DLH Metro Divonis Setahun Penjara

( kata)
Eks Kadis DLH Metro Divonis Setahun Penjara
Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Eka Irianta (57), divonis satu tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 28 Desember 2022.

Ia terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama satu tahun penjara," ujar Ketua Majelis Hakim, Efiyanto, saat membacakan putusan.

Eka juga divonis membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara dan pidana tambahan membayar kerugian negara Rp432 juta yang telah dibayarkan penuh terdakwa ke Kejari Bandar Lampung.

Hal yang memberatkan atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim, yakni perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian bagi keuangan negara dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

"Sementara hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum, serta ada upaya pengembalian kerugian negara," katanya.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa, M. Aji Adzmi, berupa dua tahun penjara. Atas putusan tersebut, jaksa memilih memilih pikir-pikir, sedangkan terdakwa menerima putusan.

Dalam perkara itu, perbuatan terdakwa bermula saat DLH Kota Metro mendapat alokasi anggaran Rp995 juta untuk prasarana persampahan dalam APBD 2020. Namun, dengan refocusing anggaran menjadi Rp855 juta.

Dalam proyek itu, terdakwa meminta setoran komitmen fee 20% dari nilai anggaran terhadap setiap rekanan yang mengerjakan kegiatan. Sementara hasil proyek yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan tidak berfungsi maksimal.

 "Berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung diperoleh hasil terdapat kerugian keuangan negara Rp432 juta,” kata dia.

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar