#korupsi#pengadilan

Eks Bendahara BPBD Kota Diduga Rugikan Negara Rp332 Juta

( kata)
Eks Bendahara BPBD Kota Diduga Rugikan Negara Rp332 Juta
Mantan bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Krissanti, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) atas tuduhan penggelapan dana kas di perangkat daerah tersebut. Dok Kejari


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung terus melakukan penyidikan dalam kasus korupsi anggaran BPBD Bandar Lampung, dengan tersangka eks bendahara, Krissanti.

Penyidik Pidsus Kejari Bandar Lampung menilai kerugian negara dari perbuatan pelaku mencapai Rp332 juta.

Baca juga: Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung Tilap Gaji 18 Pegawai

"Berdasarkan hasil perhitungan, kerugian Rp332.405.166," ujar Kasi Intel Kejari Bandar Lampung, Erik Yudhistira, Rabu, 18 Agustus 2021.

Erik memaparkan penetapan tersangka berawal dari pemeriksaan pelaku sebagai saksi dengan berdasarkan SP-Dik Nomor : PRINTDIK - 01/1.II.10/Fd.I/05/2021 tanggal 19 Mei 2021.

Kemudian dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan sejak 16 Agustus 2021, di LP Perempuan Kelas II Bandar Lampung, berdasarkan surat perintah penahanan Nomor: PRINT-4931/I.8.10/Fd.1/08/2021.

"Masih proses kelengkapan berkas perkara," katanya.

Polresta Bandar Lampung akan berkoordinasi dengan Kejari Bandar Lampung terkait perkara dugaan penggelapan kas BPBD Bandar Lampung untuk pembayaran honorer.

Pasalnya Polresta Bandar Lampung sedang melakukan penyelidikan dugaan penipuan dan penggelapan, namun terlapor atas nama Krissanti ternyata telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Bandar Lampung atas dugaan tindak pidana korupsi.

Krissanti merupakan ASN yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara BPBD Bandar Lampung.

"Akan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), mungkin akan dijadikan satu," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Rabu, 18 Agustus 2021.

Winarko







Berita Terkait



Komentar