#Korupsi#KPK

Eks Anggota DPR Musa Zainuddin Cicil Uang Pengganti Rp5 M

( kata)
Eks Anggota DPR Musa Zainuddin Cicil Uang Pengganti Rp5 M
Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Candra


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima cicilan uang pengganti dari mantan anggota DPR Musa Zainuddin. Duit cicilan itu disetorkan ke kas negara pada 25 Juni 2021.

"Pembayaran cicilan uang pengganti dari terpidana Musa Zainuddin sejumlah Rp5 miliar," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 26 Juni 2021.

Musa masih kurang Rp2 miliar lagi untuk melunasi uang penggantinya. Secara keseluruhan, Musa wajib membayar uang pengganti sebesar Rp7 miliar.

"Sebagaimana isi putusan Peninjauan Kembali MA RI Nomor : 226 PK/Pid.Sus/2020 tanggal 30 Juli 2020," ujar Ali.

Musa divonis 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 15 November 2017. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini terbukti menerima suap Rp7 miliar terkait proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) Musa. Hukuman Musa dipotong dari sembilan tahun menjadi enam tahun penjara.

Pemangkasan hukuman ini tertuang dalam Putusan MA Nomor 226 PK/Pid.Sus/2020 diterbitkan Kamis, 30 Juli 2020. Putusan itu diketok Ketua Majelis Hakim Andi Samsan Nganro dengan Hakim Anggota Gazalba Saleh, dan panitera pengganti Edward Agus.

"Menjatuhkan pidana kepada terpidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama enam tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta," demikian poin dua dalam putusan tersebut yang dikutip Medcom.id, Jumat, 18 September 2020.

Putusan MA menekankan jika denda tidak dibayar, hukuman diganti tiga bulan kurungan. Musa juga harus membayar Rp7 miliar. Jika tidak membayar uang pengganti selama sebulan setelah putusan pengadilan mendapat kekuatan hukum tetap, harta benda Musa akan disita jaksa.

abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar