#ekonomi#truiwulanII2022

Ekonomi Triwulan II Diprediksi Tumbuh 5,2%

( kata)
Ekonomi Triwulan II Diprediksi Tumbuh 5,2%
Ilustrasi Pixabay


Jakarta (Lampost.co)— Laju perekonomian pada triwulan II 2022 diprediksi berada di kisaran 4,7% hingga 5,2%. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melanjutkan tren positif.

"Kami yakin bahwa Indonesia akan positif di triwulan II yang diharapkan berkisar 4,7%-5,2%, atau mungkin berada di titik tengahnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Conference on G20: Expediting Indonesia's Role in Strategic Issues for G20 Presidency, Kamis 16 Juni 2022.

Angka tersebut dinilai potensial mengingat aktivitas masyarakat telah berangsur kembali normal. Hal itu disebabkan oleh pengendalian pandemi covid-19 di Tanah Air yang terbilang cukup baik.

Meski saat ini dihadapkan dengan subvarian omikron BA.4 dan BA.5, pemerintah yakin penyebaran kasus akan tetap terkendali dan tidak memberi dampak buruk yang signifikan pada perekonomian.

"Indonesia telah menunjukkan bahwa selama dua tahun terakhir covid-19 mampu mempertahankan (kasus) di bawah 600 saat ini," kata Airlangga.

Tren pertumbuhan ekonomi turut didorong dari tingkat inflasi dalam negeri yang disebut terkendali, jauh lebih baik dan rendah dibanding negara-negara lain. Inflasi Indonesia berada di angka 3,5%, masih berada dalam rentang target pemerintah.

Oleh karena itu, imbuh Airlangga, Indonesia akan tetap fokus pada kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi pascapandemi. Keberhasilan Indonesia juga nantinya dapat dicontoh oleh negara-negara lain.

Baca Juga : Pemulihan Ekonomi Lampung 2022 Dipacu Tumbuh Lebih dari 2021

"Indonesia fokus dengan meningkatkan pemulihan pascapandemi. Jadi jika ini terjadi, itu benar-benar menunjukkan bahwa kebijakan Indonesia berada di jalur yang benar dan negara lain mau belajar dari Indonesia," terang Airlangga.

Forum G20

Apalagi Indonesia saat ini sedang menjadi tuan rumah dari forum G20. Suara Indonesia akan didengar dan menjadi bahan pembahasan oleh negara-negara anggota.

Salah satu yang akan diserukan dalam forum tersebut ialah mengenai energi hijau sebagai kerangka pemulihan pascapandemi. "Saya mengangkat isu transisi energi yang tidak hanya untuk transisi, tetapi juga harus adil dan terjangkau untuk orang-orang. Dan banyak negara saat ini berbicara tentang energi yang aman atau energy security," pungkas Airlangga.

Dian Wahyu K








Berita Terkait



Komentar