ekonomisyariahnewnormal

Ekonomi Syariah Solusi di Era New Normal

( kata)
Ekonomi Syariah Solusi di Era <i>New Normal</i>
tangkapan layar zoom. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Era kenormalan baru (new normal) harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin bersemangat meningkatkan perekonomiannya. Hal paling mendasar yang harus diperhatikan yakni ketahanan ekonomi rumah tangga. 

"Sejak pandemi ini menyelimuti Indonesia, semua sektor terdampak mulai dari pariwisata, perhotelan, tranportasi, kuliner, fashion, pertanian, serta lainnya termasuk sektor informal. Baik yang besar hingga menengah kebawah," jelas Wakil Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Provinsi Lampung, Ruslan Abdul Ghofur dalam pertemuan silahturahmi Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Lampung di aplikasi Zoom, Selasa, 23 juni 2020.

Ia menjelaskan sektor ekonomi mengalami penurunan yang sangat tajam. Mulai dari pengusaha besar, UMKM hingga usaha rumah tangga merasakan dampak terjunnya ekonomi akibat korona.

Dalam situasi seperti saat ini, lanjutnya, ekonomi Islam menjadi salah satu solusi dari masalah yang saat ini terjadi. Sebab,  pada dasarnya, jika dilihat akad dalam fikih muamalah, sebagian besar akad pola hubungan kerjasama, berbeda dengan konvensional. Kerjasama ini mengakomodir pihak yang kelebihan dan kekurangan.

"Dalam hal ini maksudnya adalah, kemudahan dalam membangun kembali perekonomian di berbagai sektor, ekonomi Islam melalui lembaga keuangan syariah dapat memperkuat usaha kelas atas hingga UMKM," katanya.

Selain itu, tambah dia, lembaga keuangan publik Islam  yang mengelola zakat, infaq dan sodaqoh dapat menjaga jaring pengaman sosial dan ekonomi rumah tangga.

“Usahanya (UMKM) melalui lembaga keuangan syariah dan rumah tangganya dibantu lembaga keuangan publik Islam. Ekononi syariah ini adalah ekonomi kerakyatan, karena bergerak bersama masyarakat. Karena jika pelaku usaha atau pengusaha besar dapat dijalankan secara bertahap sedangkan UMKM atau usaha rumah tangga butuh perhatian lebih,”  ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Lampung ini.

Di waktu yang sama, Rektor UIN Moh Mukri menyampaikan, dalam keadaan pandemi Covid-19, masalah yang ada bukan hanya kesehatan atau wabah itu sendiri. masalah lain yang berkepanjangan diantaranya yakni  pada sektor ekonomi dan lembaga pendidikan.

"Suasana wabah covid-19 yang membuat banyak orang sakit dan menjadi korban secara langsubg memang menjadi masalah, namun, masalah yang akan terjadi berkepanjangan adalah dampaknya yaitu dalam ekonomi dan pendidikan yang turut menjadi perhatian kita," jelasnya.

Ia juga mengatakan saat ini semua harus bersabar akan ujian pandemi. Selain itu, membantu sesama juga merupakan perbuatan yang sangat baik, dimana sekecil apapun uluran tangan kita kepada mereka yang membutuhkan dan terdampak wabah akan sangat berarti bagi mereka.

“Pada saat ini kita semua harus bersedia melakukan instropeksi. Dalam konteks hari ini kita harus sama-sama saling bahu membahu menolong mulai dari yang terkecil,” terangnya.

Dalam suasana Covid-19, menurutnya, menjadi relevan bagi kita untuk memberi, mengedukasi, dan mengajak saudara-saudara kita untuk sabar. “Lebih dari itu, menebar kasih sayang. Sekecil apapun uluran tangan kita, mari kita sebisa mungkin ikut berbagi. Sekecil apapun, ketika kita bisa berbagi itu suatu kebaikan,” kata dia.

Guru besar bidang ushul fikih ini juga mengatakan bahwa konsep ekonomi syariah bukan sekedar wacana, tapi juga bisa dan harus hadir dalam membantu sesama. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar