#terdakwa#pengedar#sabu#beritalampung

Edarkan Sabu,  Warga Candimas Dihukum 17 Tahun Penjara

( kata)
Edarkan Sabu,  Warga Candimas Dihukum 17 Tahun Penjara
Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Syarifudin Alias Arif (49) Warga Dusun Rajawali, Desa Candimas, Kecamatan Natar Lampung Selatan, dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara selama 17 tahun kurungan.

Selasa, 19 November 2019 di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, terdakwa dinyatakan oleh jaksa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tentang narkotika dengan barang bukti  289,58 Gram.

Jaksa Anton Nur Ali mengatakan, terdakwa tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk menjual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukarkan atau menyerahkan narkotika golongan satu buka tanaman yang beratnya melebih 5 gram, sebagai mana diatur dan diancam pidana pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

" Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan pidana selama 17 tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, selain pidana penjara 17 tahun terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan," kata jaksa.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa bermula pada 25 Juli 2019, saat itu terdakwa tengah berada di rumahnya kemudian dihubungi oleh Pijay (DPO) untuk mengedarkan barang jenis sabu dengan berat sekitar 3 ons dengan keuntungan Rp6 juta.

"Mendapat tawaran tersebut terdakwa menyanggupinya. kemudian DPO mengatakan akan ada orang yang menghubungi terdakwa untuk mengantar barang yang akan dijual," kata jaksa.

Tidak lama setelah itu ada orang yang menghubungi terdakwa mengajak untuk bertemu untuk mengambil narkotik, setelah orang suruhan DPO dan terdakwa berteransaksi terdakwa pulang membawa sabu, kemudian dipecah menjadi beberapa bagian.

Beberapa barang yang sudah menjadi paket kecil telah laku terjual oleh terdakwa melalui perantara dari DPO. Kemudian pada tanggal 30 Juli terdakwa berjalan melewati sekitaran Batu Puru, kecamatan Natar.

Di lokasi tersebut beberapa anggota Ditres Narkoba Polda Lampung melakukan pengkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa yang sebelumnya anggota mendapat informasi dari masyarakat bahwa dilokasi tersebut sering dijadikan tepat penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan laboraroris Laboratorium BNN diperoleh kesimpulan bahwa barang bukti yang disita dari tangan terdakwa benar mengandung metamefetamina.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar